Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ada Karyawan Yang Takut Bekerja Keras Di Pekerjaan Yang Salah. (Foto: Shutterstock)
Dream - Kehidupan ibarat jalan yang panjang dan berliku serta dipenuhi dengan keputusan yang penting. Salah satu keputusan terbesar yang dihadapi adalah memilih karier dan pekerjaan yang tepat.
Dikutip dari Studyfinds, Senin 30 Desember 2019, sebuah studi menunjukkan separuh karyawan takut bekerja keras di profesi yang salah. Survei yang dilakukan oleh OnePoll dan PeopleCert ini mensurvei 2 ribu karyawan di Inggris.
Penelitian itu menunjukkan 40 persen karyawan menerima pemotongan gaji hanya untuk bekerja di tempat yang disukai. Ada 60 persennya mengatakan mereka akan bekerja lebih lama dalam pekerjaan yang disukai.
Selain itu, sekitar 25 persen responden ingin berganti karier dengan 80 persen berharap untuk perubahan karier dalam lima tahun.
Secara keseluruhan, 52 persen responden mengatakan akan berpikir untuk pindah ke kota baru untuk mencari pekerjan impian dan 48 persen lainnya akan pindah ke negara lain.
Dengan statistik ini, tak mengherankan jika 60 persen dari peserta survei mengatakan mereka selalu bosan atau tak puas dengan posisi saat ini.
“ Memiliki pekerjaan yang memuaskan sangat penting bagi tingkat kebahagiaan dan harga diri kita secara keseluruhan,” kata pendiri dan CEO PeopleCert, Byron Nicolaides.
Nicolaides mengatakan staf yang bahagia bisa mempercepat perusahaan untuk menggapai sukses.
Rata-rata, responden berpikir akan berganti karier sekitar delapan kali sebulan atau 96 kali setahun. Ini jelas akan mengganggu tren di dunia kerja. Separuh dari responden merasa kurang terarah dalam karier dan 39 persen berpikir itu adalah cara untuk membayar tagihan.
Tercatat juga lebih dari 10 persen responden mengatakan ingin punya kesempatan untuk bertumbuh di pekerjaan saat ini, tapi sebagian besar berpikir mereka memerlukan pelatihan tambahan.
Dream - Menjelang akhir tahun, banyak orang berlomba-lomba menyiapkan resolusi untuk 2020. Resolusi tahun baru pada umumnya berupa hal-hal baru yang berbeda dari tahun sebelumnya atau juga bisa sebagai target yang harus dicapai.
Resolusi tersebut tidak terbatas pada urusan pribadi atau asmara saja, bagi kamu yang tengah bersemangat bekerja, tampaknya target dalam dunia karirmu tidak luput dari daftar resolusi di 2020.
Misalnya, kamu mencatat proyek baru, kenaikan jabatan, atau gaji. Sayangnya, acapkali resolusi karier hanya dijadikan catatan alias wacana.
Kebanyakan orang beranggapan resolusi karier cukup sulit karena ada beberapa faktor yang menghalangi mereka untuk mencapai target.
Kamu tak perlu khawatir. Resolusi karier yang telah disusun dan dicatat rapi bisa dicapai dengan mudah jika melakukan beberapa tips penting.
Berikut ini adalah tips penting yang bisa kamu terapkan, dikutip dari Cermati.com, Kamis 19 Desember 2019:
Pertama, fokus mengembangkan karier. Untuk kamu yang sudah menjalani karier sesuai dengan minat kamu, sebaiknya tak perlu lagi merasa risau atau takut dengan kesuksesan.
Kamu hanya tinggal fokus untuk mengembangkannya karier dengan terus mengasah keahlian.
Tak ada salahnya kamu mengikuti pembelajaran melalui seminar-seminar atau seseorang yang telah sukses dan memiliki banyak pengalaman yang tentunya sama dengan minatmu.
Kedua, mengembangkan potensi diri. Sekalipun kamu mendapat pekerjaan yang diinginkan, jangan berhenti belajar untuk terus mengembangkan potensi diri.
Dunia kerja sangat dinamis dengan persaingan yang semakin luas. Perluas wawasan dan kemampuan kamu dengan belajar dan mencoba hal-hal baru.

Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman. Tak ada salahnya juga sesekali belajar untuk bisa memahami hal lain yang tidak disukai. Percaya pada kemampuan diri dan coba terbuka dengan saran dan kritik yang membangun.
Ketiga, mengutamakan kejujuran. Dalam mencapai resolusi karir juga diperlukan sikap yang jujur dalam bekerja atau berkomunikasi dengan siapa pun.
Dengan kejujuran yang tinggi, tentunya bisa membuat orang khususnya rekan atau atasan percaya penuh kepada kinerjamu. Hal ini tentunya akan membuat karir kamu semakin bagus dan tentunya resolusi yang kamu akan tercapai.
Keempat, berjiwa pemimpin yang bisa mengatasi masalah. Jika kamu sedang berhadapan dengan masalah pekerjaan, jangan mengeluh. Hal ini bisa membuat kinerjamu menjadi menurun.
Cobalah untuk menghadapi masalah dengan tenang dan melihatnya dari berbagai sudut pandang secara obyektif.
Pastikan kamu tidak terbawa emosi ketika menghadapi suatu masalah. Kamu perlu menenangkan diri sejenak sebelum mengambil keputusan, sehingga kamu bisa mengambil keputusan yang netral.
Walaupun kamu bukan seorang atasan di perusahaan, cobalah untuk memupuk jiwa kepemimpinan dari sekarang. Dunia kerja yang berkembang dengan cepat juga pasti menuntut kamu untuk belajar lebih banyak.
Kembangkan skill leadership ini dengan mengikuti pelatihan, seminar maupun diskusi berbagi pengalaman dan bertukar pikiran dengan rekan kerja atau atasanmu di kantor.
Jika sudah siap dengan resolusi karir kamu, percayalah bahwa kamu bisa mewujudkan keinginan dengan terus berusaha dan berdoa.
Meskipun kamu sudah merencanakan dengan matang resolusi karir kamu, bisa saja rencana kamu tidak berjalan sesuai harapan.
Jangan berkecil hati dan larut dalam kesedihan.
Jadikan kegagalanmu sebagai bahan evaluasi untuk membangun rencana baru yang lebih baik. Tetaplah berpikir positif, belajar dari kegagalan sebelumnya, perbaiki kekurangan dan buat target baru.
Kesuksesan karir kamu ditentukan dari kerja keras dan usaha yang pantang menyerah. (ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya