6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Laporan perusahaan data ECA International mencatat Asia Pasifik menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami pertumbuhan gaji riil pada tahun 2023. Laporan itu menyebut rata-rata kenaikan gaji riil di Asia Pasifik meningkat sebesar 1,3 persen.
Laporan itu menunjukkan, sejumlah kawasan bakal mengalami penurunan rata-rata gaji riil, yang merupakan pertumbuhan upah nominal dikurangi tingkat inflasi. Wilayah Eropa diprediksi bakal mengalami penurunan 1,5 persen, Amerika Utara dan Selatan 0,5 persen, dan kawasan Afrika serta Timur Tengah sebesar 0,1 persen.
" Delapan dari 10 negara teratas dengan kenaikan gaji riil tertinggi secara global berasal dari Asia-Pasifik tahun ini," tulis laporan tersebut, dikutip CNBC, Selasa 1 November 2022.
Menurut Direktur Regional ECA International, Lee Quane, inflasi yang meningkat secara signifikan pada tahun 2022 menyebabkan 78 persen negara yang disurvei mengalami penurunan gaji yang nyata, dan tidak ada negara Eropa yang mengalami kenaikan gaji secara riil.
" Meskipun situasi global diperkirakan membaik tahun depan dengan kenaikan gaji nominal yang lebih tinggi dan inflasi yang lebih rendah rata-rata, penurunan 0,5 persen secara riil masih diharapkan," jelas dia.
Laporan tahunan didasarkan pada informasi yang dikumpulkan dari lebih dari 360 perusahaan multinasional di 68 negara. Di Asia-Pasifik, India akan mengalami kenaikan upah riil terbesar sebesar 4,6 persen, diikuti oleh Vietnam sebesar 4 persen, dan China dengan pertumbuhan 3,8 persen.
Sebagian besar lokasi yang disurvei di APAC diperkirakan akan mengalami tingkat pertumbuhan gaji riil yang sama atau lebih tinggi pada tahun 2023, seperti yang terjadi pada tahun 2022.
" India diprediksi memiliki kenaikan gaji riil terbesar secara global. Itu karena tingkat pertumbuhan ekonomi India dan perlunya pertumbuhan gaji untuk melampaui inflasi. Meskipun tingkat inflasi telah tumbuh di India pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021, gaji akan meningkat pada tingkat yang lebih cepat secara nominal."
Pekerja di China juga termasuk di antara kelompok kecil secara global yang akan menerima tingkat pertumbuhan gaji riil tertinggi tahun ini dan berikutnya. Pada tahun 2022, gaji di China meningkat secara nominal sebesar 5,9 persen dan akan tumbuh sebesar 6 persen pada tahun 2023.
" Hanya sekitar sepertiga (37 persen) dari negara-negara yang disurvei yang diperkirakan akan mengalami kenaikan gaji secara riil, meskipun ini lebih baik daripada 22 persen yang mengalami kenaikan tahun ini," tambah laporan itu. (merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
