Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Musik Klasik Diklaim Bisa Meningkatkan Produktivitas Kerja. (Foto: Shutterstock)
Dream - Pernah merasa mati-matian mengerjakan tugas kantor? Ya, masalah ini sering dialami oleh setiap karyawan.
Agar produktif, tak ada salahnya kamu menyetel lagu klasik, seperti Bach atau Beethoven. Menurut survei, lagu klasik bisa mendongkrak produktivitas kerja sampai 15 persen.
Dikutip dari studyfinds.org, Kamis 28 November 2019, pada survei awal, pengaruh musik klasik terhadap produktivitas kerja dilakukan terhadap 2.000 karyawan di Inggris. Hasilnya, responden mendengarkan musik di tempat kerja. Bicara tentang mendengarkan musik saat bekerja, ada pimpinan yang menerima dan menolak dengan alasan produktivitas.
Berbekal hasil survei ini, stasiun radio musik klasik, Scala Radio, dan psikolog, Becky Spelman, menyurvei lagi pengaruh musik terhadap produktivitas kerja.
Empat pekerja kantor diminta untuk menuliskan dua set lirik lagu 600 kata. Set pertama ditulis tanpa permainan musik, sedangkan yang kedua dilengkapo dengan musik klasik.
Tugas pertama selesai dalam waktu 20 menit 59 detik. Kemudian yang kedua rampung selama 17 menit 42 detik. Ada perbedaan tiga menit 17 detik atau 15 persen.
Spelman mengatakan, musik klasik memberikan dampak yang kuat terhadap otak. Tak hanya itu, musik juga bisa memengaruhi suasana hati, mental, dan fisik.
“ Banyak orang menemukan jenis musik instrumental bisa membantunya untuk menggenjot produktivitas,” kata dia.
Spelman mengatakan musik bisa berfungsi sebagai “ white noise”, penghilang potensi kebisingan sekitar yang mengganggu.
Penelitian ini menemukan banyak karyawan Inggris menggunakan headphone untuk membantu berkonsentrasi atau memblokir gangguan. Ada juga sepertiga responden yang mengatakan bisa bekerja lebih keras saat mendengarkan musik dan ada 40 persen bisa menggarap tugas lebih banyak.
Ada juga yang meyetel musik ini untuk “ biar rame”. Mereka yang menyetel musik sebagai “ teman” merasa kurang stres.
“ Asalkan musiknya memiliki ketukan yang teratur, itu bisa membantu kita tetap tenang dan mengurangi stres, memperlambat detak jantung, dan memoderasi denyut nadi,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya