Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) mencatat sekitar 89 persen penduduk Indonesia telah menggunakan smartphone untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dengan pengguna yang mencapai ratusan juta orang, konten apa yang biasa dikonsumsi warga +62 ini?
Indonesia termasuk salah satu negara dengan populasi pengguna internet terbanyak di dunia. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan pengguna internet Indonesia di tahun 2022 mencapai 210 juta orang, meningkat sekitar 35 juta pengguna dari tahun sebelumnya.
Melesatnya penggunaan smartphone di Tanah Air juga turut mendorong pergeseran perilaku masyarakat Indonesia dalam mengonsumsi informasi, hiburan, hingga bertransaksi,
Dalam survei dari perusahaan riset pasar Populix bertajuk “ Omnichannel Digital Consumption Report 2023” mengungkap bahwa 89 persen masyarakat saat ini terhubung dengan internet dan sebagian besar dari mereka terhubung melalui perangkat smartphone.
Survei ini dilakukan secara online melalui aplikasi Populix terhadap total 1.772 responden laki-laki dan perempuan berusia 17-55 tahun di Indonesia.
Dalam laporan itu juga menunjukkan, 72 persen masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk berbelanja, terutama melalui smartphone.
Setiap harinya, pengguna ponsel dapat menghabiskan waktu rata-rata sekitar 8 jam dalam menggunakan perangkatnya, dan menggunakannya secara lebih intens setelah jam kerja pada pukul 18.00 hingga 21.00.
Adapun konten hiburan yang paling banyak dicari adalah musik dan film, sementara konten-konten yang biasa dicari oleh masyarakat di media sosial adalah:
1. Foto atau video yang menghibur (76 persen)
2. Review produk (67 persen)
3. Informasi kuliner (63 persen)
4. Berita viral (62 persen)
5. Berbelanja di media sosial (50 persen)
6. Mencari inspirasi fashion (49 persen)
7. Inspirasi skincare (49 persen)
Selain itu, sebanyak 84 persen aktivitas penggunaan ponsel masyarakat saat ini terhubung dengan internet, diantaranya adalah untuk:
Chatting (86 persen), browsing (82 persen), belanja online (80 persen), mengambil foto atau video (79 persen), mendengarkan musik (78 persen), mengecek email (77 persen), melakukan transaksi keuangan (75 persen), menonton (74%).
Kemudian memesan makanan secara online (68 persen), bermain games (65 persen), bekerja atau belajar (63 persen), dan mencari review produk (63 persen).
Oleh karena itu, aplikasi-aplikasi yang paling banyak diakses oleh masyarakat adalah, aplikasi media sosial (89 persen), chatting (75 persen), hiburan (musik, video dan film sebesar 60 persen), e-commerce (59 persen), e-wallet (59 persen), e-mail (54 persen), perbankan (52 persen), gaming (41 persen), dan transportasi online (33 persen).
Selain itu 70 persen masyarakat Indonesia yang disurvei memiliki satu ponsel untuk menunjang aktivitas keseharian mereka, bahkan 28 persen masyarakat mengatakan mereka memiliki dua ponsel dengan merek yang paling banyak digunakan adalah Samsung (29 persen), Xiaomi (21 persen), iPhone (18 persen), Oppo (14 persen), dan Vivo (9 persen).
Untuk terhubung dengan internet dan paket data seluler, 48 persen masyarakat menggunakan operator seluler Telkomsel, diikuti dengan Indosat (26 persen) dan XL Axiata (14 persen).
Mayoritas (86 persen) masyarakat menggunakan sistem berlangganan prabayar dengan rata-rata anggaran pulsa yang dikeluarkan sekitar Rp100.000 setiap bulan, sementara 14 persen masyarakat yang menggunakan sistem pasca bayar cenderung mengeluarkan anggaran yang lebih besar, yaitu sekitar Rp150.000 per bulan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya