7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Liputan6.com)
Dream - Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Nicolas Carter optimistis Indonesia bisa memiliki ekosistem utama baterai kendaraan listrik (electric vehicle), bahkan menjadi satu-satunya negara di ASEAN.
Selain itu Indonesia juga memiliki peluang besar untuk menjadi produsen utama kendaraan listrik di dunia.
" Indonesia bisa menjadi salah satu negara di ASEAN yang memiliki EV baterai ekosistem, karena kita bukannya hanya hulu sampai hilir, tapi recycle baterai pun akan menjadi ikut di dalam memiliki saham di situ,” kata Nicolas dikutip dari Liputan6.com.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga mengungkap kepercayaan dirinya akan Indonesia yang dapat menjadi tiga produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia pada 2027.
Menurut Nicolas, Indonesia sudah sepantasnya menjadi produsen EV baterai karena mempunyai 23 persen cadangan nikel dunia. Hal ini akan menjadi suatu warisan 'legacy' yang baik ke depannya.
" Selain kita bisa mensuplai untuk bahan baku, baterai berbasis nikel ini tentunya kita harus menjadi playernya. Kalau dilihat dari the wholesale EV baterai ini semuanya itu akan berubah karena Green energy sehingga EV baterai Cars ini akan menguasai dunia nantinya," ujarnya.
Meskipun demikian, dalam mengembangkan ekosistem EV, Nicolas menyebut masih terdapat tantangan, salah satunya terkait regulasi dari Pemerintah.
Regulasi mengenai kendaraan listrik seperti halnya industri baterai harus lebih diperkuat, agar produsen bisa bersaing secara global.
" Jadi, kami melihat di ekosistem ini yang menjadi tantangan tentunya pertama regulasi dari pemerintah karena ini adalah suatu challenge yang cukup panjang dan juga regulasi ini penting sekali agar supaya kita bisa bersaing nanti di end produknya," ungkapnya.
Bos Antam ini juga menilai standarisasi konsumen di sektor EV baterai ini belum terlihat dengan jelas.
Nicolas menerangkan EV baterai ini sifatnya customer niche, alias pemasar yang menyasar kelompok ini harus sangat fokus terhadap suatu jenis produk atau layanan tertentu.
" Karena baterai sales ini sangat-sangat customer Niche-nya tertentu. Jadi, belum bisa kita lihat standarisasinya ini akan menjadi tantangan," pungkasnya.
Dream - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan optimistis pada 2027 Indonesia akan menjadi tiga produsen baterai kendaraan listrik atau electric vehincle (EV) terbesar di dunia.
Keyakinan itu juga didukung dengan penandatangan perjanjian kerja sama pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik antara holding BUMN MIND ID dengan produsen baterai kendaraan listrik asal China, Contemporary Amperex Technology Co Limited (CATL), pada Senin 16 Januari 2023.
" Nanti tahun 2027 kita mungkin salah satu dari tiga besar dunia yang akan memproduksi EV battery juga termasuk mobil EV," kata Luhut, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 17 Januari 2023.
Menurutnya jika ekosistem lithium battery dan mobil EV dapat berjalan lancar, maka beterai pertama litium pertama akan diproduksi pada tahun 2025.
" Maka kita sudah siap memasuki satu era baru membangun ekosistem lithium battery dan juga mobil EV dan ini kalau berjalan semua sesuai rencana, maka baterai pertama litium juga akan bisa kita produksi pada tahun 2025," ungkapnya.
Luhut mencatat ekspor turunan nikel Indonesia naik signifikan dari sekitar US$8,1 miliar menjadi US$33,8 miliar pada 2022.
" Kelihatan ekspor kita sangat naik dengan baik pada tahun ini, hampir US$11 miliar, tambah dari kenaikan down stream industry atau hilirisasi dari hanya nickel ore (bijih nikel). Jadi kalau nanti kita sampai pada lithium battery, angka ini saya kira akan jauh lebih besar," katanya.
Luhut juga memprediksi ekspor turunan nikel bisa meningkat dua kali lipat jika rencana hilirisasi hingga ke ekosistem industri baterai listrik bisa berjalan dalam empat hingga lima tahun ke depan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?