Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alasan Banyak PNS Gadai SK Untuk Kredit Rumah (Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - Pegawai Negeri Sipil (PNS) sedang menjadi sorotan akibat banyak yang terjerat utang dan kredit. Bahkan sejumlah PNS terpaksa menggadaikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan ke perbankan ataupun instansi gadai.
Seorang PNS di bidang penegakan hukum, Sahil Ahmad, mengungkap tidak semua abdi negara mendapat penghasilan besar. Hanya PNS di DKI Jakarta yang memiliki penghasilan besar, seiring besarnya nilai APBD.
“ PNS Pusat dan Daerah (Pemda) berbeda, apalagi DKI paling tinggi gaji ASN-nya efek APBD-nya memang tinggi," ujar Sahil dikutip dari Merdeka.com, Jumat 27 Januari 2023.
Hal tersebut berbanding terbalik dari pandangan masyarakat yang kerap memandang PNS bergaji tinggi dan mapan.
Sahil menceritakan kantornya pernah dikunjungi bank yang menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Menurutnya, status sebagai PNS kerap dianggap objek paling ‘bonafide’ bagi perbankan untuk mempromosikan KPR.
Tawaran KPR tersebut disambut positif teman-teman Sahil sesama PNS. Sebab pihak bank menawarkan opsi yang membolehkan SK PNS dijadikan sebagai jaminan.
" Banyak (menjadikan SK sebagai jaminan)," ucapnya.
Sahil pun memandang, menjaminkan SK untuk mengajukan kredit menjadi kebutuhan yang sulit dihindari oleh seorang PNS. Apalagi di tengah himpitan kebutuhan dan ketatnya aturan terhadap gratifikasi, membuat PNS memilih untuk ‘menyekolahkan’ SK untuk mendapatkan dana segar.
" Karena buat cepat dana segar dengan sekolahin SK. Kalau pakai uang gaji, pasti habis enggak bisa nabung," pungkasnya.
Di sisi lain, menurut penasihat keuangan Philip Mulyana, PNS yang berani berutang dianggap wajar. Karena PNS telah memiliki pendapatan tetap yang rutin setiap bulannya.
" (Para ASN berani berutang) karena merasa aman, mereka yakin akhir bulan gajian," ujar Philip.
Namun Philip mengatakan ada hal yang dilupakan PNS dan masyarakat pada umumnya yakni jumlah tanggungan yang wajib ditunaikan. Seseorang akan memiliki masalah keuangan jika memiliki banyak tanggungan.
Ilustrasinya seperti seorang ayah memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarga kecilnya, orang tuanya yang sudah pensiun, dan adiknya yang masih kuliah.
" Dan dengan pendapatan yang belum cukup, dia terpaksa harus berutang untuk menafkahi semua tanggung jawabnya," kata Philip.
Dream – Gaya hidup yang tidak terkendali disebut menjadi sebab banyak apparatus sipil negara (ASN) atau PNS terjerat pinjaman kredit. Tidak sedikit PNS yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang segar demi memenuhi gaya hidup, salah satunya dengan meminjam kredit.
“ Gaya hidup yang tidak terkendali menjadi tren bagi PNS untuk menggadaikan SK (Surat Keputusan) ke lembaga keuangan demi menutup pengeluaran bulanan yang terlalu tinggi,” kata Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, dikutip dari merdeka.com, Kamis 26 Januari 2023.
Menurut Bhima, masyarakat menganggap PNS sebagai profesi yang mapan. Anggapan itu pula yang melatarbelakangi para PNS terbawa gaya hidup mapan. “ Jadi, ketika ada PNS handphone-nya biasa, motornya sederhana, rumahnya kontrak, itu dianggap aneh di mata masyarakat kita,” papar Bhima.
Tak Cuma gaya hidup, kata Bhima, pengelolaan keuangan yang buruk juga mendorong PNS terjerembab pada lilitan utang, khususnya kredit konsumtif. “ Padahal kredit konsumtif pasti bunga nya tinggi, dan tidak bisa diandalkan untuk tambah pendapatan dalam jangka panjang. Harusnya kalau kredit ya modal usaha,” ucap Bhima.
Sebelumnya, Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas, menyayangkan sikap beberapa PNS yang gampang terjerat pinjaman kredit. Kondisi itu menimbulkan perilaku konsumtif yang membuatnya seolah tidak puas dengan pendapatan yang diterima.
“ Jadi sebenarnya kalau konsep cukup ya cukup. Kurang karena banyak kreditan. Memang lembaga kredit ini meracuni kita, gagal lewat kita lewat istri kita, gagal lewat istri kita lewat HP anak kita. Sehingga kita termasuk negara yang sangat konsumtif. Yang tidak perlu, dibelanjakan, yang tidak produktif, dibelikan,” kata Anas dalam Closing Ceremony ASN Culture Fest 2023 di The Westin Jakarta, Rabu kemarin.
Anas berharap para PNS bisa menahan hawa nafsu konsumtifnya dan lebih fokus pada peningkatan kinerja. Terlebih dunia tengah dirudung ketidakpastian ekonomi tahun ini.
“ APBD terbatas, APBN terbatas, PAD (pendapatan asli daerah) terbatas. Ini di 2023 belum tentu PAD kita bertambah, karena dinamika ekonomi kita terus naik turun. Ini sekali lagi ingin saya ingatkan, kita musti bersyukur bahwa di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, ASN masih punya kepastian pendapatan,” pungkas Anas.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya