Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengemudi Tesla Salahkan Produsen Gara-gara Fitur Autopilot. (Sumber: Shanghaiist)
Dream – Seorang pemilik mobil Tesla, Luo Zhen, mengajukan surat protes kepada Tesla Motor. Luo menuding Tesla membuat fitur autopilot yang diiklankan Tesla adalah palsu.
Dilansir dari Shanghaiist, Sabtu 13 Agustus, mode autopilot mobil yang dikendarai pria berusia 33 tahun ini, tengah aktif ketika melaju di jalan tol. Celakanya, mobil tersebut menabrak mobil yang parker ilegal di sisi kiri jalan raya. Untunglah tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sang pengemudi justru menyalahkan produsen mobil karena memberikan informasi yang tidak sesuai tentang konsep autopilot. Luo mengatakan penjual mengatakan sistem ini bisa mengemudikan sendiri mobil tersebut dan mengambil alih tugas pengemudi.
Tergiur dengan konsep ini, Luo pun merogoh kocek 27,5 ribu yuan atau Rp54,23 juta untuk melengkapi “ tunggangannya” dengan sistem autopilot. Fitur ini membuat Luo merasa kecewa.
“ Kesan yang diberikan bahwa mobil itu bisa menyetir sendiri, sama sekali tak bisa membantu pengemudi,” kata dia.
Lalu bagaimana pendapat Tesla? Mereka justru berpendapat bahwa pengemudi tetap bertanggung jawab saat mengemudi meskipun fitur autopilot diaktifkan.
“ Autosteer yang merupakan fitur bantuan, tetap memerlukan pengemudi untuk tetap memegang setir mobil,” kata pihak Tesla.
Tujuannya tak lain adalah pengemudi bisa sigap mengambil alih kendaraan, misalnya untuk menghindari kecelakaan. Mereka juga menyebut Luo tak mengikuti instruksi Tesa dan tak memegang setir mobil ketika terjadi kecelakaan saat fitur autopilot berlangsung.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya