Proyek `Bus Ngangkang` Diduga Fiktif, Investor Berang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 10 Agustus 2016 19:01
Proyek `Bus Ngangkang` Diduga Fiktif, Investor Berang
Mereka takut proyek ini adalah tipuan, lalu mereka....

Dream – `Bus Ngangkang` China, Transit Elevated Bus (TEB), disebut-sebut hanya proyek tipuan. Kabar inilah yang membuat para investor berang. Mereka meminta dana ratusan juta yuan yang diinvestasikan untuk proyek ini dikembalikan.

Dikutip Dream dari laman Shanghaiist, Rabu 10 Agustus 2016, sejak tes pertama media pemerintah Tiongkok menyebut TEB tidak layak dan merupakan tipuan. Saat proyek ini dihentikan, semua pengujian ditunda, pabrik tidak ada, dan sekarang perusahaan menghadapi masalah finansial.

Perusahaan induk dari TEB, Huaying Kailai, telah menggalang dana dari sektor privat sebesar 200 juta yuan, atau sekitar Rp 394 miliar, untuk proyek ini. Perusahaan ini sebenarnya melakukan uji coba pada pekan lalu. Mereka menyebut untuk melihat seperti apa sistem pengereman dan konsumsi energi bus ini. Namun, tes itu disinyalir hanya untuk legitimasi proyek yang dituding bohongan ini.

Seharusnya, perusahaan ini memiliki badan penelitian dan pengembangan untuk teknologi bus tingkat. Katanya, lokasi tempat penelitian ini dibangun di pelabuhan Zhokou di Henan. Namun, ketika seorang jurnalis Xinhua mengecek lokasi itu, yang ada hanyalah sebuah tempat terpencil, tak ada bus tingkat, taka da bangunan. Yang ada hanyalah lahan kosong. Parahnya, TEB tak memiliki kontrak apa pun terhadap pemerintah daerah.

bus© shanghsiist

Oleh karena itu, investor berang terhadap perusahaan ini dan mereka ketakutan kena tipu. Beberapa investor pun meminta uangnya kembali.

Salah seorang investor yang tak disebutkan namanya ini menginvestasikan uangnya sebesar 1 juta yuan atau hampir Rp 2 miliar kepada Huaying Kailai sejak 2014 dengan iming-iming return sebesar 16 presen.

“ Tapi, kami ingin uang kembali setelah membaca berita buruk dari media online,” kata dia.

Sekadar informasi, bus tingkat TEB ini adalah bus tingkat yang didedesain seperti terowongan. Penumpang berada di tingkat atas, sementara di bawah didesain menjadi “ terowongan” agar mobil bisa tetap melintas. Kendaraan ini melintas di jalur khusus seperti rel.

Beri Komentar