7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Dream – Sholat lima waktu adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang sulit melakukan gerakan sholat, salah satunya ibu hamil.
BACA JUGA: Bahaya dan cara mecegah perasaan dengki atau marah
Beban fisik ibu yang sedang mengandung cukup berat. Selain menjaga kondisi badan, sang ibu juga harus menjaga janinnya. Saat masih di dalam perut, janin dalam kondisi rawan. Tekanan sedikit saja dapat mempengaruhi janin.
Meski begitu, ibu yang tengah hamil tetap wajib melaksanakan sholat lima waktu. Namun, Allah SWT telah memberikan kemudahan, sehingga ibu hamil dapat beribadah sesuai dengan kemampuannya.
Seperti firman Allah dalam Al-Quran, “ Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At-Taghabun: 16)
Lalu bagaimana tata cara sholat bagi ibu hamil? Simak ulasannya berikut ini.

Allah SWT tak pernah membebani umat-Nya di luar batas kemampuannya. “ Allah tidak membebani satu jiwa kecuali sesuai kemampuannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).
Untuk itu, selalu ada kemudahan di balik perintah yang diberikan. Terlebih bagi mereka yang memiliki kondisi khusus, seperti ibu hamil.
Umumnya ada beberapa posisi sholat yang dapat dilakukan dalam konsisi tertentu, yaitu posisi pertama dan utama adalah dengan berdiri. Posisi ke dua dengan duduk jika tidak bisa berdiri. Sedangkan posisi ketiga dengan berbaring jika duduk tidak bisa.
Ada riwayat dari sahabat Imran bin Hushain RA. Suatu saat, Imran bertanya kepada Rasulullah SAW, mengenai cara sholat yang tepat karena sedang terkena penyakit wasir.
“ Sholatlah sambil berdiri, jika tidak mampu, kerjakan sambil duduk, jika tidak mampu, kerjakan dengan berbaring miring.” (HR Bukhari).
Sementara untuk ibu hamil, penjelasan dari Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni bisa dijadikan pegangan.
" Orang yang mampu berdiri, namun tidak bisa rukuk dan sujud, maka kewajiban berdiri tidak menjadi gugur baginya. Namun dia tetap sholat sambil berdiri, dan berisyarat ketika rukuk (dengan posisi berdiri), kemudian duduk dan berisyarat untuk sujud. Dan ini merupakan pendapat As Syafii."

Ibu hamil termasuk golongan yang tidak mampu. Sehingga mereka diberikan kemudahan dalam melaksanakan sholat. Berikut ini tata cara sholat bagi ibu hamil.
Jika seorang ibu hamil tidak bisa berdiri untuk melaksanakan sholat, maka dapat duduk diatas kursi. Namun, lebih disunnahkan untuk duduk diatas lantai jika mampu.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ra berkata, “ Jika tidak mampu berdiri maka sholat dengan cara duduk dan yang paling baik caranya dengan duduk bersila pada tempat berdiri dan rukuk.”
Beliau juga menegaskan, “ Sholat duduk bersila bukanlah hal yang wajib, ia bisa sholat dengan cara yang ia inginkan (mudah) karena Nabi SAW bersabda, ‘jika tidak mampu maka dengan cara duduk’. Beliau tidak menjelaskan tata cara duduknya.”
Jika seorang ibu hamil mampu berdiri, ia dapat melakukan rukuk dan sujud dengan berisyarat. Kemudian jika ia mampu duduk, maka dapat berisyarat ketika sujud.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ra berkata,“ Barang siapa yang mampu berdiri dan tidak mampu sujud atau rukuk, maka tidaklah gugur kewajiban berdiri. Ia tetap sholat berdiri dan berisyarat ketika rukuk (dalam keadaan berdiri) kemudian duduk dan berisyarat untuk sujud. Ia jadikan sujudnya lebih rendah daripada ruku’nya. Jika tidak mampu sujud saja maka ia rukuk dan berisyarat ketika sujud."
(Sumber: muslimafiyah.com dan sumber lainnya)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?