Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Apapun keadaannya, rumah dan bersama keluarga adalah tempat sebaik-baiknya pulang. Ketenangan dan rasa nyaman penting untuk selalu dihadirkan di rumah. Hal ini akan membuat seluruh anggota keluarga betah berada di dalamnya dan selalu merasa rindu.
BACA JUGA: Beberapa Potret Chat Dengan Ibu Kos Yang Menyediakan Makanan Gratis
Sayangnya, banyak anak yang justru merasa tertekan saat berada di rumah. Mereka malah lebih suka menghabiskan waktu di luar rumah, bukan bersama ayah ibunya. Dalam Islam, rumah tangga adalah istana keluarga yang harus selalu dijaga ketentramannya.
Seperti dikutip dari DalamIslam.com, terapkan cara Islami berikut agar buah hati selalu betah di rumah. Ke mana pun mereka pergi, selalu ingin lekas pulang.
- Berdoa
Selalu sebut nama buah hati dalam salat dan doa. Mintalah kepada Allah SWT agar si kecil tumbuh menjadi orang yang saleh, penuh kasih sayang dan membawa keberkahan bagi seiisi rumah dan lingkungan di sekitarnya. Seperti doa yang tertulis di surah Al-Furqaan ayat 74.

Artinya : … Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa" .
- Bangun kebiasaan berdiskusi
Biasakan diri untuk meminta pendapat anak dan mendiskusikannya secara terbuka. Hindari mengambil keputusan sendiri apalagi jika menyangkut tentang anak. Jadikan dia seorang yang merasa diperlukan dan dihargai pendapatnya agar ia juga bisa mengahargai orang tua. Sebagaimana Ibrahim menanyakan mengenai arti mimpinya pada Ismail.
“ Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “ Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Isma‘il) menjawab, “ Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang Diperintahkan (Allah) kepadamu; Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.” (QS: As Shafaat: 102)
- Perhatikan pergaulannya
Sebagai orang tua, kita harus terus memperhatikan dan menjaga pergaulan anak. Perhatikan dengan siapa saja anak kita bergaul karena teman adalah pengaruh yang besar dalam pengembangan sifat anak.

Artinya: “ Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman.” (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Abu Dawud (no. 4833), at-Tirmidzi (no. 2378), Ahmad (II/303, 334) dan al-Hakim (IV/171), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu)
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya