Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Seorang Anak "dibully" Di Sekolah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Orangtua di Korea Selatan, kini, tak cemas dengan ketakutan akan penggencetan di sekolah. Mereka bisa menggunakan jasa khusus untuk melindungi anak-anaknya dari bullying atu perundungan di sekolah.
Dilansir dari Next Shark, Sabtu 22 September 2018, ya, jasa khusus ini bernama “ Layanan Paman”.
Layanan ini bisa akan mengizinkan klien untuk menyewa “ paman” yang akan bertugas menjaga anak klien dari perundungan di sekolah.
Uniknya, bisnis ini menawarkan tiga paket berbeda. Yang pertama, adalah “ Uncle Package”. Di paket ini, ada pria berusia 30 tahun-40 tahun yang berpura-pura menjadi pamannya anak klien.
Dia bertugas untuk menemani sang anak di sekolah. Kalau ada mencoba mengganggu anak klien, pengawal ini takkan segan memberikan peringatan keras.
Tarif untuk paket ini sebesar 500 ribu won (Rp6,64 juta) per hari.
Paket yang kedua adalah “ Evidence Package”. Di paket ini, sang “ paman” mendampingi anak klien ke sekolah.
Kalau ada yang mengganggunya, dia takkan segan untuk merekam aksi penggencetan terhadap anak klien. Rekaman ini akan dijadikan barang bukti.
Selanjutnya, “ paman” akan meminta sekolah untuk menginvestigasi kasus ini dengan ancaman, “ Saya akan menyampaikan keluhan ke jajaran sekolah jika kalian tidak menginvestigasi kasus ini. Kami ingin resolusi yang jelas.”
Tarifnya? Lebih murah daripada paket pertama. Di paket ini, orangtua harus membayar uang 400 ribu won (Rp5,31 juta).
Paket yang terakhir adalah “ Chaperone Package”. Di paket ini, sang “ paman” akan pergi ke kantor orangtua si pem-bully.
Dia akan berteriak-teriak dan mengatakan orangtua pembully anak klien bekerja di kantor ini berulang-ulang.
Tarifnya paling mahal, yaitu 2 juta won (Rp22,56 juta). Paket ini termasuk empat kali kunjungan.
Meskipun layanan ini mendapatkan dukungan dari beberapa pihak, ada yang tidak setuju dengan bisnis itu.
Professor Kim Yoon Tae dari Korea University mengatakan bisnis ini sama saja dengan kekerasan.
“ Sanksi pribadi ini adalah bentuk lain dari kekerasan. Kekerasan di sekolah seharusnya diselesaikan dengan meningkatkan sistem,” kata Kim Yoon Tae. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya