Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

`Sewa Paman`, Bisnis yang Diklaim Lindungi Anak dari Bullying

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Minggu, 23 September 2018 08:02
`Sewa Paman`, Bisnis yang Diklaim Lindungi Anak dari Bullying
Uniknya, bisnis ini menawarkan tiga paket berbeda. Dari harga 5 jutaan sampai 20 jutaan.

Dream – Orangtua di Korea Selatan, kini, tak cemas dengan ketakutan akan penggencetan di sekolah. Mereka bisa menggunakan jasa khusus untuk melindungi anak-anaknya dari bullying atu perundungan di sekolah.

Dilansir dari Next Shark, Sabtu 22 September 2018, ya, jasa khusus ini bernama “ Layanan Paman”.

Layanan ini bisa akan mengizinkan klien untuk menyewa “ paman” yang akan bertugas menjaga anak klien dari perundungan di sekolah.

Uniknya, bisnis ini menawarkan tiga paket berbeda. Yang pertama, adalah “ Uncle Package”. Di paket ini, ada pria berusia 30 tahun-40 tahun yang berpura-pura menjadi pamannya anak klien.

Dia bertugas untuk menemani sang anak di sekolah. Kalau ada mencoba mengganggu anak klien, pengawal ini takkan segan memberikan peringatan keras.

Tarif untuk paket ini sebesar 500 ribu won (Rp6,64 juta) per hari. 

1 dari 3 halaman

Paket Selanjutnya Nggak Kalah `Heboh`

Paket yang kedua adalah “ Evidence Package”. Di paket ini, sang “ paman” mendampingi anak klien ke sekolah.

Kalau ada yang mengganggunya, dia takkan segan untuk merekam aksi penggencetan terhadap anak klien. Rekaman ini akan dijadikan barang bukti.

Selanjutnya, “ paman” akan meminta sekolah untuk menginvestigasi kasus ini dengan ancaman, “ Saya akan menyampaikan keluhan ke jajaran sekolah jika kalian tidak menginvestigasi kasus ini. Kami ingin resolusi yang jelas.”

Tarifnya? Lebih murah daripada paket pertama. Di paket ini, orangtua harus membayar uang 400 ribu won (Rp5,31 juta).

 

2 dari 3 halaman

Ini yang Paling Mahal

Paket yang terakhir adalah “ Chaperone Package”. Di paket ini, sang “ paman” akan pergi ke kantor orangtua si pem-bully.

Dia akan berteriak-teriak dan mengatakan orangtua pembully anak klien bekerja di kantor ini berulang-ulang.

Tarifnya paling mahal, yaitu 2 juta won (Rp22,56 juta). Paket ini termasuk empat kali kunjungan.

3 dari 3 halaman

Ada Pro dan Kontra?

Meskipun layanan ini mendapatkan dukungan dari beberapa pihak, ada yang tidak setuju dengan bisnis itu.

Professor Kim Yoon Tae dari Korea University mengatakan bisnis ini sama saja dengan kekerasan.

“ Sanksi pribadi ini adalah bentuk lain dari kekerasan. Kekerasan di sekolah seharusnya diselesaikan dengan meningkatkan sistem,” kata Kim Yoon Tae. (ism)

Beri Komentar