BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
CSR Global KOTRA Mendorong Kerja Sama Negara Berkembang. (Foto: KOTRA)
Dream – Hubungan Indonesia dan Korea Selatan semakin erat. Tak hanya di bidang perekonomian, kedua negara semakin meningkatkan kerjasama di bidang pendidikan bisnis.
Kerja sama terbaru dilakukan dalam bentuk program tanggung jawab sosial (CSR) skala didunia yang dimiliki Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA). Program ini mendorong terbentuknya lingkungan bisnis melalui kerja sama dengan negara berkembang dan perusahaan dari suatu negara.
Dalam program di Inondesia, KOTRA bersama PT PEP Traning Center menggelar loka karya (workshop) dengan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker), Politeknik Bhakti Kartini, dan perguruan tinggi.
Dikutip dari keterangan tertulis KOTRA, yang diterima Dream, Jumat 21 September 2018, Direktur Enesteble, Lee Eenju menyumbangkan empat perangkat software laisons untuk riset Ubiquitous Based Test (UBT) dan Ubiquitous Based Learning (UBL) untuk Polteknaker dan Politeknik Bhakti Kartini.
Workshop ini juga berjalan atas berjasama Indonesia dengan Universitas Nepal, Tribuvan dan Universitas Vietnam Hue. Kedua universits ini dianggap mempunyai kesamaan dalam pengalaman.
Diharapkan melalui kerjasama dengan lembaga pendidikan Indonesia, UBT dan UBL ini dapat ditransferkan kepada masyarakat Indonesia.
Kepala Perdagangan dan Pimpinan Pusat KOTRA di Jakarta, Kim Byungsam, mengatakan, kegitan CSR untuk pendidikan UBT, SDM di bidang teknologi dapat dibina. Ini merupakan kebijakan baru selatan pemerintah Korea Selatan.
Diharapkan melalui kebijakan baru, hubungan kerja sama pengembangan pendidikan bisnis berkualitas ini dapat terwujud.
Selanjutnya melalui Enesteble ini tim Pengajar dari sekolah tinggi Korea dan Indonesia, termasuk Vietnam dan Nepal, akan mengadakan riset tentang pendidikan ICT dan pelatihan / tugas pendidikan (TVET: Technical, Vocational education and training). Pelatihan dan tugas pendidikan ini akan dijadikan model dan dikembangkan di seluruh Indonesia.
Untuk diketahui, workshop kali ini berlangsung pada 17—20 September 2018. Workshop dihadiri para perwakilan dari POLTEKNAKER dan BK POLITEKNIK, Kementerian Tenaga Kerja, BBPP, UNPAS, UIN, BNSP, UNINDRA, PT PEP dan lain-lain, jumlahnya sebanyak 70 orang.(Sah)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
