Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, Indeks Syariah Dan IHSG "sumringah". (Foto: Shutterstock)
Dream - Pelaku pasar semakin santai dengan sentimen luar negeri yang mulai mereda. Aksi beli pemodal asing yang tersengat sentimen gejolak harga komoditas dunia menambah daya dorong sejumlah indeks acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Investor juga cukup yakin dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang masih cukup kuat meski berulang kali diterpa sentimen pelemahan rupiah.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Kamis 20 September 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 1,558 poin (0,89%) ke level 176,141. ISSI menguat seharian usai dibuka menghijau di level 175,137. ISSI sempat bertengger di posisi puncak di 176,367.
Dengan dukungan 26 emiten yang bergerak menguat, indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) jug menanjak 9,198 poin (1,42%) ke level 655,765.
Sementara Indeks JII70 menanjak 2,941 poin (1,37%) ke level 217,949.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencoba kembali ke level 6000. Di peputupan kali ini IHSG kembali terangkat 57,669 poin (0,98%) ke level 5.931,266.
Untuk pertama kalinya setelah 8 hari perdagangan, transaksi jual beli saham syariah kembali menyentuh level Rp4 triliun. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, ISSI mencatat transaksi senilai Rp4,1 triliun dari 59,39 miliar lembar yang berpindah tangan.
Meski asing masih mencatat aksi jual bersih, namun nilai transaksi menurun signifikan. Nett sell asing kali ini hanya menyentuh angka Rp5,4 miliar.
Empt sektor menjadi motor perdagangan bursa saham Indonesia. Keempat indeks itu adalh industri dasar yang menguat 1,82 persen, manufaktur 1,37 persen, dan industri aneka 1,21 persen, dan barang konsumsi 1,21 persen.
Deretan top gainer indeks bluechips syariah kali ini dihuni emiten-emiten yang bergerak di sektor pertambangan da industri dasar. Tercatat ITMG memuncaki daftar ini usai menguat Rp700, diikuti UNTR Rp500, UNVR Rp425, INTP Rp200, dan INCO Rp170.
Sementara tiga saham bluechips syariah yang masih menelan pelemahan adalah EXCL yang turun Rp70, BSDE Rp10, dan SMRA Rp10.
Dari pasar keuangan, pelaku pasar jug mulai cukup yakin dengan kekuatan ekonomi Indonesia. Nilai tukar dollar AS akhirnya lengser level Rp14.900.
Hingga perdagangan pukul 16.30 WIB, dolar AS melemah 23 poin (0,15%) ke level Rp14.852 per dolar AS.
Rupiah tercatat menguat seharian terbukti dari nilai dollar AS yang menyentuh titik terendah di Rp14.830 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya