Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Foto-foto pemandangan hutan Amazon yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) baru-baru ini menghebohkan jagat mayat. Dalam foto tampak sungai-sungai dengan warna mengkilap seperti emas.
Aliran sungai itu mengalir membelah hutan Amazon. Foto ini diambil di hutan tropis yang berada di wilayah Peru.

Namun, menurut NASA, sungai berkilauan tersebut sebenarnya adalah deretan lubang tambang emas yang digali secara ilegal saat terjadi booming emas di Peru.
Biasanya, lubang-lubang tersebut tersembunyi dari pandangan karena tertutup oleh awan. Tetapi karena baru-baru ini langit cerah, matahari bisa menembus dan menyinari lubang-lubang tambang emas liar yang jumlahnya ratusan ribu itu.
Foto tersebut diambil di sebuah wilayah di tenggara Peru yang dikenal sebagai Madre de Dios. Daerah ini merupakan pusat industri pertambangan emas yang sangat besar di Peru.
Di Madre de Dios, para penambang liar mengeksplorasi hutan Amazon untuk menemukan logam mulia demi memenuhi keperluan hidup sehari-hari.
Akibat penambangan liar itu, kawasan hutan Amazon yang sangat luas telah dirusak sehingga menimbulkan ancaman besar bagi keanekaragaman hayati setempat.
Foto-foto tersebut diambil oleh seorang astronot di atas ISS, yang berjarak sekitar 220 mil (sekitar 354 kilometer) di atas Bumi, pada bulan Desember 2020.

" Dalam iklim yang sangat basah itu, lubang-lubang tambang emas itu tampak seperti ratusan cekungan berisi air yang padat," jelas NASA.
Menurut NASA, lubang-lubang yang jumlahnya ratusan ribu itu dibuat oleh garimperos, sebutan untuk para penambang liar di Peru.
Di setiap lubang-lubang itu terlihat area yang mengalami penggundulan parah di sekitarnya sebagai dampak penambangan yang tidak terkendali.
" Jalur yang mengalami penggundulan ini mengikuti aliran sungai kuno yang menyimpan sedimen, termasuk emas.
" Jika diukur menurut skala, jalur yang berada di barat dari pusat gambar tersebut memiliki panjang 15 kilometer (10 mil)," imbuh NASA.
NASA mengatakan aktivitas tersebut juga meracuni lingkungan lokal karena penggunaan merkuri saat mengekstrak emas.
Merkuri tersebut mengalir ke sungai dan atmosfer. Meskipun demikian, puluhan ribu penambang emas liar tetap saja datang untuk mencari logam mulia tersebut.
Dr Bonnie Waring mengatakan bahwa sejumlah besar karbon yang terkandung di pohon dan tanah Amazon akan secara dramatis mempercepat laju perubahan iklim.
" Hal ini tentu semakin membahayakan keberadaan hutan Amazon yang masih tersisa, jika terjadi kebakaran atau sengaja ditebang untuk kehidupan," tambah dosen senior The Grantham Institute on Climate and Environment di Imperial College London (ICL) itu.
Peru sendiri merupakan penghasil emas terbesar keenam di dunia, dan penambangan liar menjadi penyebab utama deforestasi di wilayah Madre de Dios.
Sumber: Metro.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya