7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Banyak orang merasa Tunjangan Hari Raya (THR) hanya numpang lewat saja. Tak bertahan lama di dalam rekening, seringkali THR menguap tanpa bekas.
Memang, THR cair menjelang hari raya, saat kebutuhan kita sedang tinggi-tingginya untuk persiapan Lebaran. Apalagi, kita merasa 'lapar mata' yang menjadi penyebab aktivitas belanja tidak terkontrol.
Saat Anda merasa sudah terjebak dalam gaya hidup yang sophaholic, berarti sudah saatnya mengatur gaya belanja. Bijaklah menggunakan uang, jangan dihabiskan untuk kegiiatan tidak penting.
Ada beberapa aturan yang bisa diterapkan untuk mengatasi kebiasan belanja yang membabi buta:
1. Berpikir Sebelum Membeli
Diskon besar merupakan musuh utama bagia semua orang yang berencana menabung. Pusat perbelanjaan sering menggunakan trik ini untuk memanjakan pengunjung. Saat dihadapkan pada suasana seperti ini, berpikirlah terlebih dulu apakah barang-barang tersebut berguna atau tidak.
2. Kebutuhan Vs Keinginan
Seringkali kita susah membedakan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan dan tidak. Tanyakan pada diri kalian, mana sebaiknya barang-barang yang harus dibeli. Sehingga tidak perlu tergoda dengan barang-barang bagus lainnya.
3. Merencanakan Anggaran
Daftar pemasukan dan pengeluaran dalam satu bulan harus dicatat dengan rinci. Jadi bisa mengetahui terlebih dahulu jumlah pengeluaran. Sehinggn membuat kita berpikir ulang saat ingin mengeluarkan uang dalam jumlah banyak.
4. Jangan Iri pada Orang Lain
Sebagian orang merasa iri ketika teman-temanya punya pergaulan yang lebih berkelas dengan pakaian mahal dengan sederet barang-barang bermerek. Situasi itu akan mempengaruhi pola pikir kita dalam berbelanja.
Sesuaikan gaya hidup dengan kondisi dompet, sehingga tidak perlu memaksakan diri bergaul dengan kalangan atas. Tidak perlu gengsi menolak tawaran teman-teman Anda untuk hang out di tempat yang mahal, jika kondisi keuangan tidak memadai.
5. Menabung
Tabungan akan sangat berguna jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat. Musibah tidak akan pernah bisa diprediksi kapan datangnya, sehingga sangat penting untuk menyisihkan sebagian gaji untuk tabungan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?