Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Prudential.co.id
Dream - Hal utama yang harus dilakukan sebelum membeli produk asuransi adalah memastikan terlebih dulu manfaat yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu, Sahabat Dream harus melakukan sejumlah langkah untuk memastikan keamanannya.
Pertama, lakukan riset. Untuk mendapatkan solusi proteksi yang tepat, tentunya kita ingin membuka asuransi di perusahaan yang reputasinya terjamin. Untuk itu, disarankan riset untuk mencari informasi lengkap seputar perusahaan asuransi dan berkonsultasi dengan konsultan resmi.
Lihat bagaimana track record dan performa mereka saat menangani kliennya dalam beberapa tahun terakhir. Dengan begitu, Sahabat Dream bisa mengira-ngira seberapa amannya dana yang diinvestasikan dalam produk asuransi tersebut, sehingga bisa merasa lebih tenang saat membayarkan preminya.
Selanjutnya, pastikan perusahaan asuransi memiliki rumah sakit rekanan yang luas dan proses klaimnya mudah. Jika proses klaim sulit dan lambat tentu hanya akan mempersulit Sahabat Dream saat ingin merasakan manfaat yang ditawarkan oleh asuransi.
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) telah melakukan pembayaran total klaim dan manfaat sebesar Rp16,6 triliun sepanjang 2021 sebagai bukti komitmen perlindungannya kepada nasabah.
Presiden Direktur Prudential Indonesia, M.L. Triwardhany, mengatakan, hingga kuartal ke empat 2021 perusahaan mencatatkan total aset sebesar Rp72 triliun dan dipercaya mengelola total dana investasi nasabah (total aset investasi) sebesar Rp66,6 triliun.
" Perusahaan juga membukukan total pendapatan premi sebesar Rp23 triliun, yang sebagian besar berasal dari premi reguler dan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dari produk dengan premi yang terjangkau," tutur Dhany dalam keterangannya, Kamis, 28 April 2022.
Menurut Dhany, total aset investasi, serta total pendapatan premi Prudential Indonesia pada 2021 merupakan yang terbesar di industri asuransi jiwa di Indonesia.
Dia menambahkan, Covid-19 membawa dinamika ekonomi baru serta mengubah perilaku konsumsi dan prioritas pengeluaran masyarakat. Pandemi juga telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki asuransi jiwa, namun keterbatasan dana masih menjadi kendala
Di tengah kondisi yang menantang, tambahnya, Prudential Indonesia menghadirkan ragam inisiatif dan inovasi guna memenuhi kebutuhan akan perlindungan jiwa, kesehatan, dan finansial yang kian beragam demi mendukung ketahanan ekonomi negara dan keluarga di Indonesia.
" Kami sangat bersyukur strategi tersebut membuat kinerja bisnis perusahaan tetap solid untuk dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan lebih sejahtera, sehingga mereka bisa mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan," ujar Dhany.
Sementara itu terkait Kinerja Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia tercatat kuat, dikatakannya, total aset terbesar di industri senilai Rp7,7 triliun dan total pendapatan kontribusi yang stabil sebesar Rp3,6 triliun.
Didukung pilihan solusi perlindungan yang komprehensif dan inklusif dengan 49 pilihan produk, Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia juga berhasil mempertahankan kepemimpinan di industri dengan pangsa pasar mencapai 29 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya