Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ide pengenaan uang muka (down payment) kendaraan bermotor sebesar 0 persen sempat berembus beberapa pekan terakhir. Meski informasi itu belum jelas benar, keputusan itu disambut baik publik. Terlihat dari gerak saham produsen otomotif yang menguat.
Namun dalam kenyataannya, aturan membeli kendaraan tanpa uang muka ternyata masih sebatas wacana. Regulator di bidang keuangan masih mengkaji ide tersebut.
" Itu, kan, syaratnya berat sekali. Kami di dalam masih terus mengkaji," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D. Hadad, di Jakarta, Rabu 10 Agustus 2016.
Muliaman mengakui, lembaganya memang tengah mendalami kemungkinan menurunkan DP kendaraan dari saat ini sebesar 15-20 persen. Isu yang berkembang, batas minimal uang muka itu dirurunkan sampai menjadi 0 persen.
Meski dalam tahap pengkajian, Muliaman tak memberikan penjelasan secara rinci tentang apa yang tengah didalami oleh OJK.
" Tujuannya agar tidak dipersepsikan lain. Nanti kami rumuskan kalimatnya agar tidak salah tafsir," kata dia.
Namun Muliaman sedikit membocorkan kebijakan baru tersebut. Salah satunya adalah aturan uang muka ini takkan berlaku bagi semua perusahaan pembiayaan (financing). Hanya beberapa perusahaan saja yang bisa memberikan uang muka 0 persen.
" Misalnya, (perusahaan yang bisa) itu angka NPF di bawah 1 persen," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya