Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menteri Koperasi Dan UKM, A. A. G. N. Puspayoga. (Sumber: Merdeka.com)
Dream – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, A. A. G. N. Puspayoga, mengungkapkan penyebab kesenjangan pendapatan di Indonesia. Penyebabnya tak lain adalah sektor usaha kecil dan menengah (UKM) kurang diperhatikan.
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 10 Agustus 2016, Puspayoga mengatakan kesenjangan pendapatan menyebabkan angka ketimpangan pengeluaran masyarakat di Indonesia masih tinggi.
“ Gini ratio kita masih tinggi atau sekitar 0,4 persen. Padahal, pertumbuhan ekonomi kita bagus, bahkan nomor tiga di dunia setelah Tiongkok dan India. Ini artinya ada sesuatu yang salah,” kata dia di Jakarta.
Puspayoga mengatakan kesalahan itu adalah kurang diperhatikannya sektor UKM. Sektor ini belum diberdayakan dengan optimal. Menurut mantan walikota Denpasar ini, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tak akan berarti kalau pemerataan pendapatan tidak terdistribusi dengan baik.
Dengan kata lain, kesejahteraan hanya dirasakan oleh segelintir kalangan. “ Selama ini, UKM belum tersentuh upaya pemberdayaan dengan optimal,” kata dia.
Puspayoga mendesak semua pihak untuk turut serta dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan pelaku UMKM di Tanah Air dengan berbagai cara. Salah satunya adalah mengembangkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk para pelaku usaha mikro dengan suku bunga 9 persen per tahun.
“ Jika UKM diperhatikan, pemerataan kesejahteraan akan terjadi,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam