Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Adanya revisi aturan Bank Indonesia (BI) terkait penurunan uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk pembiayaan syariah dari 30 persen menjadi 20 persen membawa angin segar bagi perbankan syariah.
Direktur Utama BRI Syariah M. Hadi Santoso, mengharapkan aturan itu bisa membantu mendorong target pembiayaan yang dalam semester pertama menunjukkan tren pelambatan.
" Memang kami berharap dengan aturan itu BRI Syariah bisa memanfaatkan itu. Karena kan memudahkan calon-calon nasabah supaya bisa menikmati produk yang kita miliki," ujarnya di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2015.
Hadi memperkirakan revisi aturan uang itu bisa menumbuhkan sekurangnya 10 persen pembiayaan. Namun, Hadi tidak mau terlalu banyak berharap terhadap aturan ini. Pasalnya, masih banyak masalah yang lebih kompleks untuk mencapai target tersebut.
" Tapi waktu kita kan tinggal setengah tahun, syarat pembiayaan KPR kan rumah tidak boleh inden harus rumah jadi. Kira-kira ada tidak pengembang yang bisa menyediakan rumah jadi dalam waktu setengah tahun ini. Pengembang pun juga butuh modal," keluhnya.
Untuk itu, Hadi memperkirakan masih ada revisi mengenai pencapaian target pembiayaan dari sebelumnya 30 persen, menjadi 20 persen.
Pencapaian pembiayaan per Mei 2015 sebesar Rp 15,62 triliun atau naik 11,58 persen dari Rp 14 triliun per Mei 2014.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya