Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Uang THR Masih Sisa? (Foto: Shutterstock)
Dream – Idul Fitri sudah lewat. Akan tetapi, uang Tunjangan Hari Raya (THR) masih tersisa. Wah, selamat ya Sahabat Dream.
Tapi, apakah kalian pernah kebingungan mau dikemanakan uang THR yang sisa? Sahabat Dream bisa menyisihkan uang itu untuk ditabung.
Jangan lupa menyisihkan sebagian uang untuk sedekah. Kamu bisa memberikan 2,5 sampai 5 persen uang sisa THR untuk disedekahkan.
Kemudian, kamu juga bisa menggunakannya untuk membayar utang. Jika punya tanggungan utang, tak ada salahnya uang sisa THR bisa digunakan untuk melunasi utang.
Jika kamu berencana untuk merintis bisnis, uang THR bisa digunakan untuk modal bisnis. Tak sedikit orang yang bekerja, ingin merintis bisnis sampingan setelah Lebaran.
Dengan uang sisa THR, kamu bisa membeli barang modal dan bahan baku untuk wirausaha.
Dream – Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah untuk mayoritas masyarakat Indonesia. Pada bulan ini, selain bulan yang penuh berkah dan ampunan, ada salah satu momen yang dinanti masyarakat, terutama bagi para pekerja.
Masyarakat khususnya para pekerja selalu menantikan Tunjangan Hari Raya (THR) saat Ramadan mulai memasuki hari-hari terakhirnya.
Dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu 25 Mei 2019, THR merupakan penghasilan tahunan yang tidak rutin sehingga sangat menyenangkan mendapatkan tambahan ekstra dari pendapatan rutin kita.
Akan tetapi, apakah kita sudah mengelola dengan bijak? Apakah tagihan dan utang menumpuk setelah libur Lebaran usai? Apalagi, Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan masa libur kenaikan dan masa pendaftaran sekolah.
Kepala Program Studi Manajemen Unika Atma Jaya, Christiana Fara Dharmastuti, mengatakan pengelolaan keuangan THR menjadi sangat penting.
“ Perencanaan dalam anggaran kas, skala prioritas dan membagi pengeluaran dalam persentase tertentu menjadi faktor penting dalam kesuksesan pengelolaan THR,” kata Fara di Jakarta.
Dia mengatakan langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperkirakan jumlah THR yang akan diterima. Barulah bisa membuat anggaran pengeluaran untuk Hari Raya.
Walaupun keberadaan THR ditujukan untuk keperluan hari raya, ada satu hal yang perlu diingat. Kamu harus menyisihkan minimal 10 persen dari penerimaan untuk menambah tabungan atau dapat dikelompokkan sesuai skala prioritas.
Berikut ini ada lima cara mengelola THR dengan bijak.
1. THR untuk Orang-orang yang Berhak
Perioritaskan untuk membayar kewajiban berupa THR, bonus maupun zakat, untuk orang-orang yang harus diberikan haknya seperti orang tua, pegawai, pembantu, dan sopir.
2. Melunasi Utang
Gunakanlah uang THR untuk melunasi utang dan tunggakan yang ada. Terutama, utang yang bersifat tetap seperti tagihan kartu kredit, pinjaman online, maupun pinjaman lain yang memiliki biaya bunga yang tinggi.
3. Kebutuhan Lebaran
Prioritas THR adalah kebutuhan Lebaran. Misalnya, pakaian, makanan, dan minuman. Saat berbelanja, gunakanlah prinsip belanja cerdas.
Kamu bisa memperhatikan apakah barang yang dibeli merupakan kebutuhan atau keinginan, memanfaatkan promosi dan diskon, serta membuat perbandingan dengan belanja online yang biasanya cenderung lebih murah.
4. Biaya Mudik
Perlu diperhitungkan biaya transportasi, akomodasi, dan juga konsumsi selama perjalanan mudik nanti. Perencanaan dengan membeli tiket murah, pembelian tiket dari jauh hari, dan memanfaatkan mudik ekonomis yang banyak dilaksanakan berbagai organisasi. Cara ini dapat digunakan untuk menghemat pengeluaran.
5. Dana Cadangan
THR merupakan tambahan pemasukan yang penerimaannya tidak rutin. Tambahan pemasukan ini menjadi kesempatan baik untuk menambah dana cadangan yang dapat menjadi investasi atau tabungan untuk menambah kebutuhan tidak terencana mendatang.
Dana THR sebaiknya juga dialokasikan untuk pengeluaran yang tidak rutin. Pengeluaran selama bulan Ramadan yang bersifat rutin seperti kebutuhan bulanan, tagihan bulanan, cicilan pinjaman, dan lainnya tetap dialokasikan dari pendapatan rutin.
Komitmen dan kedisplinan dalam pengeluaran kas diperlukan. Hal ini sesuai dengan jumlah yang dianggarkan dan tingkat prioritas yang telah ditetapkan.
Hal yang penting dalam menganggarkan penerimaan THR adalah menambah dana cadangan yang bisa ditabung untuk kebutuhan lain. Misalnya, untuk kebutuhan anak sekolah.
Apabila penerimaan THR tidak mencukupi kebutuhan, saatnya untuk lebih selektif dalam pengeluaran serta berkreasi dalam menambah pemasukan. Selama Ramadan, ada banyak kegiatan yang bisa menciptakan peluang usaha seperti menerima pesanan kue, jualan pakaian, dan usaha lainnya. Dengan komitmen dan disiplin mengelola keuangan sesuai rencana, keuangan keluarga akan lebih sehat dan sejahtera.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya