Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Setelah Lulus Sarjana, Enaknya Kerja Dulu Atau Lanjut Kuliah, Ya? (Foto: Shutterstock)
Dream – Bisa lulus kuliah tepat waktu pastinya merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri. Tetapi di era globalisasi seperti sekarang ini terkadang masih banyak yang merasa lulus sarjana saja tidak cukup.
Banyak generasi milenial yang ketika lulus langsung melanjutkan pendidikan di tingkat lebih tinggi.
Harapannya dengan melakukan hal ini mereka bisa mendapatkan pekerjaan lebih mudah. Apakah cara ini benar-benar berhasil memberikan kesempatan yang lebih besar untuk bekerja?
Pada umumnya, lulusan baru kurang menyadari perbedaan dunia kuliah dengan dunia kerja.
Kuliah lebih ditujukan sebagai persiapan untuk memasuki dunia kerja dan juga pengembangan pengetahuan secara akademis.
Hal ini menjadikan kuliah lebih bersifat teoritis dan memiliki sistem kurikulum yang sama sehingga mampu menghasilkan produk atau lulusan yang sama.
Dunia kerja menjadi sebuah objek pembelajaran yang bisa ditelaah melalui diskusi dan teori yang muncul di buku.
Sementara pada kehidupan nyata, dunia kerja sangatlah berbeda dengan berbagai macam teori yang ada di buku diktat. Dunia kerja merupakan sebuah realita persaingan yang batasannya tidak bisa dilihat dengan jelas.
Dalam dunia kerja, kita tidak bisa menjadikan sebuah pekerjaan menjadi sebuah objek semata.

Segala diatur dan dihitung dengan berbagai pertimbangan yang mau tak mau harus mengikat para stakeholder yang terlibat di dalamnya.
Inilah yang menjadi perbedaan mendasar antara dunia kerja dan kuliah. Penilaian dari kinerja tidak hanya didasarkan kepada absensi dan IPK semata.
Ada berbagai atribut penilaian lainnya yang diberikan oleh perusahaan kepada pekerjanya untuk minimal memenuhi kriteri cukup agar bisa bekerja di sebuah perusahaan.
Jadi, bila kalian berpikir dengan melanjutkan kuliah akan memperbesar peluang untuk mendapatkan pekerjaan, tentunya hal ini tidak sepenuhnya benar.
Ada berbagai hal lain yang harus dilakukan dan dipelajari selain sekedar mendapatkan IPK dengan nilai yang cukup tinggi.
Dengan menggunakan analogi teori permintaan dan penawaran, sebenarnya kita bisa melihat seberapa besar peluang kerja untuk tingkat pendidikan tertentu.
Perusahaan-perusahaan di Indonesia biasanya memberikan persyaratan pendidikan minimal S-1 untuk lowongan pekerjaan di level fresh graduate.

Sangat jarang sebuah perusahaan membuka lowongan di level fresh graduate dengan kualifikasi lulusan S2 dan di atasnya, kecuali untuk lowongan management trainee dan sejenisnya.
Hal ini tentunya menjadi sebuah dilema bagi fresh graduate yang sudah melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Permintaan industri tidak terlalu banyak. Jika melamar di luar kualifikasi, akan dianggap overqualified untuk posisi tersebut.
Tentunya melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi adalah sebuah hal yang positif. Tetapi harus diingat bahwa tujuan melanjutkan pendidikan adalah untuk meningkatkan kualitas diri sehingga bisa lebih baik.
Jika kamu berpikir untuk melanjutkan pendidikan semata-mata hanya untuk diterima kerja, hal tersebut belum tentu tercapai dengan cara ini.

Ada baiknya kamu mencoba dahulu bagaimana rasanya bekerja dan menjadi bagian industri. Setelah itu, barulah kamu lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dengan cara ini kamu tentunya bisa mendapatkan pengalaman yang lebih baik dan seimbang untuk karir dan pendidikan yang kamu jalani. (ism, sumber: Karir.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya