Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siapa, Ya, Orang Yang Tetap Tajir Melintir Walaupun Bisnisnya Di Bawah Utang Yang Menumpuk? (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Seorang kaya-raya Tiongkok berharta sebanyak US$43 miliar (Rp581,86 triliun) dan tercatat sebagai orang terkaya di Tiongkok. Dia tetap menjadi orang terkaya di Tiongkok walaupun utang perusahaannya, Evergrande, menembus angka US$100 miliar (Rp1.353,17 triliun).
Padahal, perusahaan ini memiliki nilai pasar sebanyak US$47 miliar (Rp635,98 triliun)
Dilansir dari CNBC, Selasa 24 Oktober 2017, nama pengusaha itu adalah Xu Yianjin. Pri berusia 59 tahun ini memiliki bisnis bernama Evergrande Group. Utang yang menggunung itu membuat investor berhati-hati menarik saham perusahaan properti tersebut.

Evergrande ini merupakan perusahaan Tiongkok yang paling banyak berutang. Mereka berjanji akan memangkas utangnya dari 240 persen menjadi 70 persen pada 2020.
Evergrande ini meraup dana segar sebesar US$3,8 miliar (Rp51,42 triliun) dan menukarnya US$2,8 miliar (Rp37,88 triliun) dari utang yang ada tahun ini.
Berkat ledakan nilai aset properti di Tiongkok, kekayaan Xu meroket menjadi US$30 miliar (Rp405,95 triliun) pada tahun lalu, menurut Hurun Report. Saham Evergrande juga melonjak 480 persen dan menjadi perusahaan properti terbesar ketiga berdasarkan penjualan.
Sahamnya melonjak karena didorong oleh rencana akusisi perusahaan non-Tbk terhadap emiten (backdoor listing) dan pengumuman untuk memangkas rasio utang.
Sekadar informasi, Xu ini lulus dari Wuhan University of Science and Technology in 1982. Dia mengantongi gelar doktor kehormatan di perdangangan dari University of West Alabama pada 2008.
Pria berusia lebih dari separuh abad ini membangun Evergrande pada 1966 dan mencatatnya di bursa Hong Kong pada 2009 setelah meraup dana US$767 juta (Rp10,38 triliun) dari initial public offering/IPO.
Properti yang membangun ribuan rumah untuk kelas menengah ini juga dikabarkan telah membeli klub sepak bola di Guangzhou senilai US$15 juta (Rp202,97 miliar) pada 2010.
Empat tahun berselang, Xu menjual separuh saham Evergrande di klub itu kepada Alibaba senilai US$192 juta (Rp2,6 triliun). (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya