7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Oreo Blackpink (Shutterstock)
Dream - Korean Wave atau denan Korea dimanfaatkan berbagai perusahaan di Indonesia untuk menggandeng para idol Negeri Ginseng sebagai brand ambassador.
Menjamurnya para fans Kpop menjadi market yang menguntungkan untuk semakin memperkenalkan produk seluas-luasnya, khususnya produk makanan di Indonesia.
Sebut saja seperti Blackpink yang belum lama ini menjadi brand ambassador produk Oreo. Namun tak hanya Oreo, sederet perusahaan kuliner ini juga sukses menggandeng artis Korea sebagai duta merek dalam pemasaran bisnisnya.
Lemonilo – NCT Dream
Boyband besutan SM Entertainment ini digandeng sebagai brand ambassador salah satu perusahaan healthy lifestyle asal Indonesia yaitu Lemonilo.
Melansir Traveliner, alasan Lemonilo menggaet boyband beranggotakan tujuh orang ini karena melihat adanya kesamaan misi untuk mengajak kaum muda dalam menjalankan gaya hidup sehat.
Lemonilo pun menawarkan hadiah photocard yang bisa didapatkan dalam kemasan mie.
Mie Sedaap – Choi Siwon
Salah satu anggota Super Junior yaitu Choi Siwon menjadi brand ambassador Mie Sedaap. Mas Agung sebutan lokal Choi Siwon dalam iklannya mengajak para penonton untuk mencoba pedasnya mie sedaap. Dengan taglinenya yang populer ‘Jinjja Pedas’.
Mc Donald’s – BTS
Salah satu strategi marketing yang paling banyak disorot tahun 2021 adalah saat Mc Donald’s menggandeng salah satu boyband Korea yang sudah mendunia yaitu BTS.
Kolaborasi dengan BTS ini pun banyak menarik perhatian masyarakat luas, salah satunya adalah army sebutan fans dari BTS.
Luwak White Koffie – Lee Min Ho
Tidak hanya dari kalangan boyband, aktor bernama Lee Min Ho juga sukses dalam membawakan iklan Luwak White Koffie.
Bukan tanpa sebab, PT Javaprima Abadi mengungkapkan alasan memilih Lee Min Ho sebagai brand ambassador adalah agar Luwak White Koffie tidak hanya terkenal di Indonesia tetapi juga internasional.
Neo Coffee – Lucas
Salah satu rapper dari grup NCT yaitu Lucas juga pernah menjadi brand ambassador dari Neo Coffee.
Dalam iklannya Lucas berbicara menggunakan Bahasa Indonesia dengan kalimat “ Cobain Kuy” dan mendapatkan lebih dari 7 juta views di youtube dalam 24 jam.
Oreo – Blackpink
Kolaborasi terbaru datang dari makanan yang diputar, dijilat, dan dicelup, yaitu Oreo. Kesuksesan kolaborasi antara Oreo dan Blackpink terlihat dari ramainya media sosial yang membahas makanan dengan kemasan pink khas blackpink ini.
Tidak hanya mendapatkan oreo, pembeli juga bisa menemukan photocard salah satu member blackpink dalam kemasan. Adanya photocard juga menjadi buruan para Blink, penggemar Blackpink.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?