Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Etika Yang Harus Diperhatikan Penjual Online Supaya Pelanggan Tidak Kabur.
Dream - Kecanggihan teknologi kini telah memudahkan kita untuk berdagang, apalagi dengan cara online. Perkembangan teknologi juga mempermudah komunikasi dengan pelanggan.
Tapi, penjual juga harus punya etika ketika melayani (calon) pelanggan yang ingin membeli barang. Setidaknya ada empat etika yang harus diperhatikan.
Dikutip dari Ohbulan, Kamis 22 Februari 2018, seorang pengguna Facebook, bernama Nur Liyana Faharin, meminta penjual online untuk memperhatikan beberapa etika ketika sedang menghadapi pembeli.
" Pertama kali bertemu dengan penjual seperti ini, lalu tidak ada mood. Untuk penjual di sana, jadikan ini sebagai pelajaran," tulis Nur Liyana dalam bahasa Melayu.
Dia mengingatkan penjual untuk bersikap seramah mungkin. Sebab, di pesan singkat tidak ada suara.
" Pelanggan bisa salah paham, berpikir kita marah atau moody. Ini bisa mengganggu closing kita," tulis wanita ini.
Lalu, Nur Liyana juga mengingatkan penjual untuk membalas pesan pelanggan secepat mungkin. Kalau membalas terlalu lama, pembeli bisa beralih penjual.
Ke tiga, yang patut diperhatikan penjual adalah cara membalas pesan. Nur Liyana mengatakan membalas pesan dengan singkat dan padat akan membuat pelanggan berpikir penjual tak niat berdagang.
" Tawan hati calon pembeli. Itu paling penting. Jangan sampai orang merasa, 'Eh, dia itu tidak ingin berjualan'," tulis dia.
Yang ke empat, penjual menawarkan pelayanan dan produk sebaik mungkin. " Kalau jual makanan, mana tahu ada biaya ongkos kirim. Layanan konsumen ini adalah cara Anda memenangkan hati pembeli," tulis dia.
Kemudian, Nur Liyana berbagi pengalaman ketika membeli barang secara online. Dia berkata penjual barang hanya membalas pesan secara singkat.



Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya