Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wamen ESDM, Archandra Tahar, Memastikan Pasokan Listrik Aman Selama Lebaran. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar, mengunjungi pusat pengatur beban (P2B) Gandul. Archandra ingin memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan menjelang Lebaran.
“ Kesiapan pasokan listrik sangat penting, agar masyarakat bisa menikmati lebaran bersama keluarga dengan nyaman dan terang. Untuk itu, kami memastikan kehandalan dan ketersediaan suplai listrik selama lebaran dalam kondisi cukup,” kata Archandra di Cinere, Depok, Jawa Barat, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 23 Mei 2019.
Berkaca dari pengalaman selama ini, beban puncak pada saat Idul Fitri umumnya lebih rendah dibandingkan dengan hari kerja. Hal ini disebabkan banyak industri yang berhenti beroperasi atau libur.
“ Karena industri dan perkantoran yang libur, biasanya memang beban puncak menurun. Namun, kami akan tetap pastikan suplai dan keandalan tetap terjaga,” kata Direktur Bisnis PLN Regional Jawa Tengah, Amir Rosidin.
Pada Idul Fitri 1440 H tahun ini diperkirakan beban puncak di sistem kelistrikan Jawa Bali akan turun 56-60 persen. Meskipun beban puncak turun, PLN akan menyiapkan satuan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah.
" PLN telah menetapkan masa siaga Lebaran dari H-15 sampai dengan H+15 dengan membentuk Posko Lebaran yang beroperasi 24 jam. Meski kebutuhan pasokan listrik saat Lebaran menurun, kehandalan sistem harus dijaga,” kata dia.
Pada saat Lebaran nanti, daya mampu netto pembangkit sistem Jawa Bali adalah sebesar 34.716 MW sementara daya mampu pasok sebesar 27.817 MW jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak lebaran yang diperkirakan mencapai 17.179 MW. Cadangan Operasi 10.637 MW dan Reserve Margin 62 persen.
Sejumlah upaya juga telah dilakukan pemerintah untuk memastikan kesiapan dan keandalan sistem kelistrikan meliputi kesiapan (availability) unit pembangkit, penguatan jaringan transmisi dan distribusi, menghentikan sementara pemeliharaan instalasi di transmisi dan gardu induk kecuali pekerjaan emergency/perbaikan kerusakan atau gangguan peralatan.
Dua upaya lainnya adalah membuat rencana dan pola operasi unit-unit pembangkit berdasarkan perkiraan beban (load forecast) pada periode Hari Raya Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya, dengan menyiapkan cadangan putar (spinning reserve) lebih besar dibandingkan waktu reguler.
Serta melakukan pengawasan dan siaga di sejumlah obyek vital seperti masjid dan pusat keramaian terkait ketersediaan pasokan.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya