4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kerusuhan Di Tanah Abang, Jakarta Pusat (Foto: Herman Zakharia/KLY)
Dream – PT Sarinah (Persero) menutup operasional pusat perbelanjaannya hari ini, Rabu 22 Mei 2019. Gedung BUMN ini berlokasi tepat di seberang gedung Badan Pengawas Pemilu—gedung yang menjadi titik kumpul massa aksi 22 Mei 2019.
Dikutip dari Merdeka.com, Direktur Utama Sarinah, Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, mengatakan penutupan total operasional gedung itu bertujuan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
“ Kami manajemen Sarinah memutuskan hari ini tanggal 22 Mei 2019 department store Sarinah tidak beroprasi atau tutup” kata Putu ketika dihubungi Merdeka.com di Jakarta.
Walaupun hanya tutup sehari, pusat perbelanjaan ini berpotensi merugi hingga Rp1 miliar. Dikatakan bahwa pada hari biasa, pendapatan harian Sarinah mencapai Rp400 juta—Rp500 juta.
Untuk bulan Ramadhan, pendapatan Sarinah bahkan bisa mencapai dua kali lipat, yaitu Rp1 miliar.
" Pendapatan rata-rata harian di Sarinah Thamrin adalah sekitar Rp400 juta -Rp500 juta bahkan kalau di bulan Ramadan omset kami 2 kali lipat. Mungkin itu potensi kerugian kami," kata dia.
Putu berharap situasi bisa segera kondusif agar perusahaan beserta tenant-tenant di dalamnya bisa beroperasi kembali setelah aksi 22 Mei.
“ Semoga situasi keamanan di sekitar Sarinah dapat segera normal kembali seperti sediakala,” kata dia.
Pasar Tanah Abang menjadi salah satu lokasi terjadinya kerusuhan aparat dengan para peserta aksi. Akibatnya, kegiatan publik dan ekonomi di sana menjadi lumpuh.
Pengelola Pasar Tanah Abang, Hery Supriyatna, menyebutkan pasar Tanah Abang saat ini kondisinya sudah aman terkendali. Kendati demikian dia mengungkapkan hari ini pasar Tanah Abang terpaksa ditutup. Tidak ada aktivitas jual beli di sana.
" Kawasan Tanah Abang aman terkendali. Tidak ada kerusakan yang terjadi," kata dia kepada Merdeka.com.
Walaupun tak ada kerusakan yang terjadi, Hery memperkirakan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. Hal ini disebabkan tak ada pemasukan dari hasil penjualan para pedagang.
“ Kalau tutup berarti pedagang tidak ada omset hari ini,” kata dia.
Hery mengatakan Blok A, Blok B, dan lain-lain berisi 20 ribu kios. Rata-rata pendapatan terendah Rp juta—Rp3 juta per hari. Maka, minimal potensi kerugian mencapai Rp40 miliar—Rp60 miliar.
“ Estimasi saja. Kalau kawasn Tanah Abang (Blok A,B,F,dan lain-lain) ada 20 ribu kios, jika rata-rata per hari omset mereka Rp2 juta-Rp3 juta per kios bisa dihitung berapa kerugian yang ada," kata dia.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
