Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
ANTAM Membidik Penjualan Semua Komoditasnya Meningkat, Termasuk Emas. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)
Dream - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menargetkan pertumbuhan produksi dan penjualan pada 2019. Peningkatan ini terjadi di komoditas emas, feronikel, emas, bijih nikel, dan bijih bauksit.
Direktur Utama ANTAM, Arie Prabowo Ariosutedjo, menargetkan volume produksi pada 2019 sebesar 30.280 ton feronikel (TNi). Angkanya meningkat 21 persen dibandingkan dengan realisasi produksi tahun 2018 sebesar 24.868 TNi.
" ANTAM juga menargetkan penjualan feronikel sebesar 30.280 TNi atau sebesar 25 persen dibandingkan realisasi penjualan tahun 2018 sebesar 21.135 TNi," kata Arie dalam " Buka Puasa Bersama ANTAM bersama Wartawan" di Jakarta, Senin 20 Mei 2019.
Untuk emas, Arie menargetkan produksi sebesar 2.036 kg pada 2019. Produksi ini berasal dari Pongkor dan Cibaliung.
Tingkat penjualan emas mencapai 32.036 kg atau tumbuh 14 persen daripada realisasi emas pada tahun 2018 mencapai 27.891 kg.
Untuk mendukung peningkatan target produksi feronikel, perusahaan ini menargetkan total produksi bijih nikel sebesar 10,5 juta wet metric ton (WMT), meningkat 12 persen daripada bijih nikel 2018 sebesar 9,31 juta WMT.
Sedangkan total penjualan bijih nikel ANTAM tahun 2019 ditargetkan 8 juta WMT yang ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor.
" Angkanya tumbuh 26 persen daripada realisasi penjualan tahun 2017 sebesar 6,33 juta WMT," kata dia.
Sementara itu, bauksit ditarget produksi sebanyak 3,17 juta WMT pada 2019. Angkanya tumbuh 188 persen dibandingkan dengan 2018 yang mencapai 1,1 juta WMT.
" Untuk penjualan bijih bauksit tahun 2019 ditargetkan sebesar 3,22 juta WMT, naik 250 persen dibandingkan realisasi penjualan 2018 sebesar 920 ribu WMT," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya