Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Belanja Online. (Foto: Shutterstock)
Dream – Seorang ibu tiga anak ini nyaris terbelit utang yang besar. Sebab, wanita ini sering berbelanja online ketika berjalan sambil tidur!
Dikutip dari World of Buzz, Minggu 19 Mei 2019, perempuan bernama Kelly Snipes ini berjuang dengan kondisinya sejak kecil. Malah, sindrom berjalan sambil tidur tak hilang ketika dewasa.
Fox News mengabarkan perempuan asal Essex, Inggris, mengatakan kondisi itu membuatnya belanja barang-barang acak ketika tertidur. Apalagi nomor kartu kredit telah tersimpan di sistem. Jadi, pengecekan barang bisa mempermudahnya untuk belanja.
Pernah suatu ketika Snipes belanja 58 poundsterling (Rp1,07 juta) untuk membeli biskuit dan beberapa poundsterling untuk membeli kue manis. Yang paling parah dia nyaris membeli lapangan basket.
Wanita berusia 37 tahun ini tersadar ketika melihat sebuah truk muncul di rumah untuk memasang lapangan. Untuk menghindari utang serius, Snipes mengembalikan semua barang, termasuk lapangan basket.
Selain belanja acak, Snipes pernah melakukan kegiatan berbahaya, tak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk anak-anaknya.
“ Ketika saya hamil 20 minggu, saya mengalami overdosis saat tidur,” kata dia.
Snipes mengaku seorang pengidap diabetes. Wanita itu harus minum obat untuk menyembuhkannya. Suatu ketika, pernah overdosis metformin.
“ Saya bermimpi bahwa saya berbicara dengan dokter dan saya terus mengatakan bahwa saya tidak ingin minum obat lagi - tetapi ketika saya bangun, saya telah mengambil semua tablet. Untungnya semuanya baik-baik saja, tetapi saya sangat khawatir bahwa layanan sosial akan dipanggil,” kata dia.
Gejala-gejala sleepwalking Snipes memburuk setelah melahirkan anak sulungnya. Sejak itu, dia mencari bantuan medis dari beberapa dokter. Perempuan ini telah menghubungi dua konsultan untuk menangani kasusnya.
Untungnya dia mendapatkan perawatan yang sangat membantu gangguannya.
“ Saya merasa beristirahat dan kembali berenergi untuk pertama kalinya setelah sekian lama," kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya