Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Pixabay.com
Dream - Seorang wanita muda bernama Clare Brown terpaksa gigit jari karena impiannya menjadi seorang miliarder pupus. Semula, Clare akan mewarisi kekayaan milik mendiang ayah senilai US$12 juta atau sekitar Rp178 miliar.
Seluruh harta yang berjumlah fantastis tersebut akan menjadi milik wanita asal Australia ini jika dia dapat memenuhi permintaan almarhum.
Syarat yang diminta ayah ternyata tak berat. Dia hanya diharuskan memiliki pekerjaan tetap untuk bisa menerima secara sah durian runtuh dari orang tuanya itu.
Selain itu sang ayah juga menuliskan permintaan lainnya. Dia ingin Clare melakukan aksi sosial atau berkontribusi sesuatu untuk masyarakat.
Namun Clare mengatakan permintaan terakhir ayahnya yang ditulis dalam surat wasiat itu tidak masuk akal.
Melansir Oddity Central, Jumat, 24 Juni 2022, Clare menolak untuk melakukan hal-hal tersebut. Ia menyebut dirinya tidak dapat memenuhi permintaan sang ayah, lantaran kondisi kesehatannya.
" Aku paham kenapa ayah dan keluargaku ingin aku menjadi orang yang berguna untuk masyarakat sekitar. Tapi mereka juga harus paham dengan kondisiku. Aku mengidap ADHD," jelas Clare.
Menurut laman mayoclinic.org, ADHD alias attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) adalah gangguan kesehatan mental yang mencakup kombinasi masalah persisten, seperti kesulitan memperhatikan (sulit fokus), hiperaktif, dan perilaku impulsif.
Semasa hidup, ayah Clare, Chris adalah seorang pengusaha saham yang sukses. Chris dilaporkan biasa memberi putrinya uang saku sebesar US$500 atau sekitar Rp7,4 juta per minggu.
Kini setelah ayahnya tiada, hidup Clare dan istrinya Lauren, beserta putri mereka ditanggung oleh sebuah yayasan kesejahteraan di Mount Druitt, Sydney.
“ Aku menyebut diriku jutawan yang bangkrut. Bisakah kalian memberikan saja apa yang menjadi hakku,” kata wanita berusia 26 tahun itu.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya