Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wakil Presiden KH Maruf Amin Saat Melepas Jemaah Haji 1443 H (Foto: Setwapres)
Dream - Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mewanti-wanti Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berhati-hati dalam memilih jenis dan penempatan investasinya. Salah satu yang harus diwaspadai adalah terjebak dalam skema ponzi.
Pesan Wapres tersebut disampaikan saat menerima Kepala Badan Pelaksana dan Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) beserta jajarannya di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat, Senin, 15 Agustus 2022.
" Apa skema ponzi itu? Gali lubang tutup lubang. Ini berbahaya sekali,” ujar Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi yang memaparkan isi pertemuan tersebut seperti dikutip dari laman Wapresri.go.id.
Menurut Masduki, Wapres mengapresiasi kinerja BPKH yang mampu mendapatkan predit opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama lima tahun berturut-turut.

Namun Wapres mengingatkan manajemen penyelenggaraan haji ke depan diharapkan lebih efisien karena subsidi BPKH masih mencapai 60 persen dari total keseluruhan biaya haji.
" Problem utama saat ini, biaya haji subsidinya sudah sangat besar. Yaitu bahwa orang berhaji sekarang ini membayar sekitar 40 juta rupiah, tetapi biaya haji secara total itu sekitar 100 juta rupiah,” terang Masduki.
Peringatan itu disampaikan karena dana pelayanan masyair yang ditentukan pemerintah Arab Saudi akan terus naik di masa depan.
Dengan masih tingginya angka subsidi BPKH dalam penyelenggaraan haji, lanjut Masduki, Wapres menganggap orang yang berhaji tak selamanya mampu secara finansial.
“ Tetapi kuat (karena) disubsidi. Itu yang menjadi perhatian Wapres,” terangnya.
View this post on Instagram
Meski masih cukup besar, Wapres mengapresiasi BPKH yang terus mampu memberikan subsidi biaya haji dari hasil mengelola dana haji lewat berbagai investasi. Diketahui 71 persen keuangan haji saat ini sudah diinvestasikan BPKH.
" Jadi ini sudah ideal, bahkan nanti itu akan lebih banyak lagi. Harapan Wapres ke depan adalah bagaimana agar dana investasi haji itu supaya maksimal, sehingga lebih diinvestasikan untuk investasi langsung,” ungkapnya.
Lebih jauh, Wapres juga mengapresiasi manajemen pelaksanaan haji yang sudah berjalan baik. Dengan service yang luar biasa, jemaah haji masih dapat mendapatkan dana kembalian yang menjadi bekal selama menunaikan haji.
Meski diakui Wapres masih banyak perubahan regulasi yang perlu dilakukan untuk membuat pelayanan menjadi lebih baik lagi.
(Sah, Sumber: Wapresri.go.id)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya