Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pengguna ponsel yang memakai jaringan operator Telkomsel tengah dihebohkan dengan panggilan nomor misterius. Banyak laporan adanya pengguna yang menerima panggilan dari telepon berkode +77 atau +37.
Saat diangkat, biasanya sambungan akan ditutup. Kode itu menunjukkan asal nomor yang menghubungi, seperti +62 dari Indonesia atau +60 dari Malaysia.
Nah bila mendapat panggilan dari kode +77 atau +60, si penelepon akan langsgung menutup. Tapi bila pengguna ponsel menelepon kembali nomor telepon itu, akan dikenakan biaya sebesar US$15-30 per panggilan.
Terkait hal ini, GM External Corporate Communication Telkomsel, Denny Abidin, panggilan dengan kode +77 atau +37 ternyata adalah spam.
" Sehubungan dengan adanya laporan pelanggan dari nomor yang diawali dengan +77, dapat kami sampaikan panggilan itu merupakan panggilan spam dari luar negeri," kata Denny melaui keterangan tertulis diterima Dream, Rabu, 28 Desember 2016.
© Dream
Dream - Denny mengatakan Telkomsel telah memblokir panggilan internasional dengan kode tersebut.
" Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi good corporate governance, Telkomsel yang selalu menjaga kenyamanan bagi pelanggan," kata Denny.
© Dream
Dream - Sementara itu, operator lainnya, XL Axiata, tidak mau berspekulasi soal panggilan itu apakah termasuk panggilan spam atau tidak.
" Kami tidak bisa berspekulasi tentang hal ini tanpa data dan analisis," kata General Manager Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningisih.
Ayu mengatakan sejauh ini pihak XL belum menerima laporan pengaduan. Dikatakan pula tidak ada pelanggan XL yang menerima panggilan spam tersebut.
" Tapi, kami akan terus melakukan pemantauan," kata dia kepada Dream via pesan tertulis. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya