Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Presiden Jokowi Menegaskan Isu Kebanjiran TKA Asal Tiongkok Hanyalah Isu. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan isu banjir tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok hingga 10 juta orang hanyalah fitnah. Jokowi meminta masyarakat untuk tidak mempercayai fitnah itu.
“ Saya ingin mengingatkan sekali lagi. Jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman kebanjiran tenaga kerja,” kata dia dalam acara peresmian Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung di Tampaso, Minahasa, dilansir dari setkab.go.id, Selasa 27 Desember 2016.
Jokowi mengungkapkan TKA asal Tiongkok yang bekerja di Indonesia hanya 21 ribu orang. TKA ini bekerja di Indensia karena masih ada hal-hal yang belum diserap oleh orang Indonesia.
Dicontohkan, PLTP Lahending Unit 5 dan 6, serta di PLTP Ulubelu Lampung Unit 3 di mana tenaga kerja asing hanya datang saat awal proyek dioperasikan. Mereka akan membantu mempersiapkan, melakukan pengaturan awal, dan menyiapkan sampai terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja di Tanah Air.
“ Setelah itu, mereka pulang karena mereka lebih senang bekerja di negara sendiri. Dipikir kerja di sini mereka senang? Mereka senang di negara mereka sendiri dekat dengan keluarga dan gaji di sana lebih tinggi,” kata dia.
Jokowi sendiri mengatakan upah di Tiongkok lebih tinggi daripada di Indonesia. Di Indonesia upahnya rata-rata sebesar Rp1,5 juta-Rp3 juta, sedangkan di Tiongkok sebesar Rp5 juta.
“ Mereka ada di sini tapi di awal-awal dalam sebuah proyek karena kita belum tahu teknologinya, pengalamannya mengenai itu juga belum ada dan ujungnya yang dapat manfaatnya misalnya di PLTP Lahendong dan Ulubelu adalah masyarakat, adalah kita,” tutur Presiden.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya