Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Pemerintah Telah Menerbitkan Surat Utang Syariah Rp136 Triliun Hingga November 2016. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Indonesia menjadi penerbit sukuk negara terbesar di dunia. Nilai surat utang syariah yang telah dirilis oleh pemerintah, telah berada di atas Rp130 triliun.
Dilansir dari setkab.go.id, Selasa 27 Desember 2016, sampai dengan 30 November 2016, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dalam dolar AS yang telah dirilis sebesar US$10,15 miliar (Rp136,35 triliun) dengan nilai outstanding sebesar US$9,5 miliar (Rp127,62 triliun).
Melihat capaian ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan keberhasilan sukuk negara bukanlah pada dana yang berhasil dihimpun.
“ Tapi, pada manfaat yang bisa dihasilkan,” kata Jokowi dalam acara “ Satu Windu Surat Berharga Syariah Negara (Sukuk Negara)” di Istana Negara, Jakarta.
Dia mengatakan dana yang dihimpun dalm penerbitan sukuk negara, digunakan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur. Tercatat dana sebesar Rp20,8 triliun telah digunakan untuk membiayai berbagai proyek pada tahun 2015 dan 2016.
“ Pembangunan jalur kereta api, jembatan, jalan menggunakan dana dari sukuk yang tadinya Rp20,8 triliun,” kata mantan wali kota Solo ini.
Jokowi juga mengatakan pembangunan gedung, sarana, dan fasilitas perguruan tinggi keagamaan Islam negeri, serta pembangunan dan rehabilitasi berbagai gedung di balai nikah dan ruangan manasik haji, juga menggunakan dana dari sukuk.
Untuk itulah, Jokowi berterima kasih kepada seluruh pihak yang turut andil mengembangkan dan menyukseskan kinerja sukuk negara. Dia berharap semua pihak bisa terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan dan memperkuat instrumen keuangan syariah ini.
“ Dengan gotong-royong, Insya Allah sukuk negara—Surat Berharga Syariah Negara—akan semakin besar perannya dalam mensejahterakan rakyat Indonesia,” kata mantan gubernur DKI Jakarta ini.
Sekadar informasi, acara ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Otoritas Jasa Keuangan, Muliaman D. Hadad, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin. (Ism)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?