Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Jokowi Menepis Isu 10 Juta Tenaga Kerja Tiongkok Di Indonesia.
Dream – Isu kedatangan 10 juta tenaga kerja asal Tiongkok bekerja di Tanah Air kembali berhembus. Isu ini mendapatkan perhatian banyak pihak, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dilansir dari setkab.go.id, Sabtu 24 Desember 2016, presiden mengaku gusar dengan munculnya isu serbuan tenaga kerja dari Negeri Tirai Bambu itu. Dia menegaskan jumlah tenaga kerja asing dari Tiongkok yang bekerja di Indonesia hanya 21 ribu orang.
“ Itu yang hitung kapan? Hitungan kita sampai hari ini tenaga kerja yang dari Tiongkok itu 21 ribu. 21 ribu, sangat kecil sekali. Jangan ditambahin terlalu banyak,” kata dia dalam acara “ Deklarasi Pemagangan Nasional di Karawang International Industrial City, Karawang, Jawa Barat.
Jokowi justru membandingkan jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Dia mencatat ada lebih dari 1 juta orang Indonesia bekerja di Saudi. Sementara di Malaysia terdapat lebih dari 2 juta, Hongkong 153 ribu, di Thailand 200 ribu.
“ Negara mereka welcome dan mereka biasa-biasa saja,” ujar dia.
Logikanya, kata Jokowi, tidak mungkinlah ada tenaga kerja dari luar, misalnya dari Hongkong, atau dari Eropa, atau dari Amerika masuk, tidak mungkin. Sebab, gaji mereka di sana lebih gede dari gaji di Indonesia.
“ Kita harus ngomong apa adanya, gaji kita di sini memang masih lebih rendah dari yang di sana,” kata mantan gubernur DKI Jakarta itu.
© Dream
Mengenai angka 10 juta itu, Presiden Jokowi menjelaskan, bahwa itu adalah turis yang diharapkan dari Tiongkok bisa masuk ke Indonesia. Alasannya, turis dari Tiongkok ini juga diincar oleh negara-negaa lain.
“ Ini urusannya urusan turis lho, bukan urusan tenaga kerja. Mana mau mereka ke sini dengan gaji yang lebih kecil. Kan tidak mungkin,” kata Presiden.
Presiden Jokowi meminta logika tetap berjalan ketika menerima isu yang berkembang. Untuk itu, dia meminta penyebar isu tidak menebar kabar yang tidak punya data yang jelas karena berita itu bisa meresahkan masyarakat.
“ Jumlahnya hanya 21 ribu dibilang 10 juta, ada yang bilang 20 juta, angkanya dari mana, seperti itu. Logikanya tidak mungkin karena kita harus ngomong apa adanya, gaji di sana sudah 2-3 kali lipat gaji di sini. Nggak mungkin dong mereka ke sini, logikanya itu,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya