Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Dream - Tanggal 22 Desember 2016, diperingati masyarakat Indonesia sebagai Hari Ibu. Di hari itu, berbagai ucapan bernada mengingatkan dan memuji peran para ibu beredar di berbagai lini massa.
Dalam perayaan Hari Ibu yang digelar di Masjid Raya Al Bantani, Serang, Banten, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun memuji peranan para ibu.
Menurut Jokowi, banyak dari para ibu tak hanya berhasil membereskan urusan rumah tangga saja, namun juga dapat menyelesaikan urusan di kantor atau bisnis yang dijalaninya.
“ Ibaratnya, Gatotkaca kalah hebat oleh ibu-ibu sekarang,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ibu.
Kelihaian para ibu menyelesaikan berbagai urusan dia contohkan saat para ibu menyelesaikan urusan kebijakan politik. Menurut dia, sembilan orang menteri perempuan yang ditunjuk di kabinetnya merupakan sosok yang jeli, teliti, dan tahan uji.
Dilansir dari laman setkab.go.id, pada era global, kata dia, peran ibu dalam membimbing generasi muda menjadi semakin penting. Sebab, 80 persen penduduk Indonesia terdiri dari perempuan dan anak-anak.
“ Ini modal kebangsaan kita untuk menjadi negara maju. Untuk itu, Indonesia membutuhkan para ibu untuk menjaga integritas keluarga, menanamkan etika, sopan santun, kejujuran, bekerja keras, semangat inovasi, gigih bersaing di jiwa setiap anak Indonesia sejak dini,” ujar dia.
Para ibu, kata dia, harus semakin melek teknologi. Agar dapat membimbing anak-anaknya produktif menggunakan teknologi dan tidak tergiring menyebar fitnah di media sosial.
“ Indonesia butuh kaum perempuan dan para ibu untuk menanamkan benih kuat nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, nilai-nilai toleransi, nilai-nilai persatuan bangsa di pikiran, di hati, dan di jiwa anak-anak Indonesia,” ucap dia.(Sah)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
