Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Keputusan tetap menjalankan UN diambil dengan mempertimbangkan hasil survei PISA yang memperlihatkan bahwa pendidikan Indonesia sudah berada pada jalur yang benar.
Dream - Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, mengatakan, Presiden Joko Widodo memutuskan tetap menjalankan Ujian Nasional (UN) dengan berbagai penyempurnaan dan perbaikan.
“Presiden menginginkan agar Ujian Nasional bisa menjadi benchmarking untuk kemajuan siswa di kemudian hari,” kata Pramono sebagaimana dikutip Dream dari laman setkab.go.id, Selasa 20 Desember 2016.
Menurut Pramono, nantinya akan diatur agar ujian sekolah di luar UN memasukkan unsur atau bagian yang berkaitan dengan kisi-kisi sekolah secara nasional, sehingga terjadi pemerataan. Jika UN tidak diberlakukan akan muncul kesenjangan baru antar sekolah.
“Sehingga yang sekarang berlaku, tetap diberlakukan,” tambah Pram.
Dia menegaskan, keputusan tetap menjalankan UN diambil dengan mempertimbangkan hasil survei PISA (Programme for International Student Assessment), yang memperlihatkan bahwa pendidikan Indonesia sudah berada pada jalur yang benar, dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
PISA memprediks, pada tahun 2030, Indonesia akan menjadi salah satu negara yang mempunyai pendidikan terbaik di dunia. “Presiden betul-betul menginginkan agar siswa kita itu bukan hanya menjadi petarung dalam tingkat lokal, tetapi juga bisa bersaing pada tingkat internasional,” jelas Pramono.