Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bank Indonesia Meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) Mendukung RUU Redenominasi Rupiah. (Foto: Setkab.go.id)
Dream - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meminta dukungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk penyelesaian Rancangan Undang-undang (RUU) Redenominasi Rupiah. Dengan aturan ini, nilai rupiah nantinya lebih sederhana tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut.
"Kami juga ingin mengusulkan kepada Presiden. Mohon mendukung penyelesaian RUU Redenominasi Rupiah," kata Agus dalam Peluncuran Uang Rupiah Tahun Emisi 2016" di Jakarta, Senin 19 Desember 2016.
Dia mengatakan, jika UU Redenominasi Rupiah bisa dilakukan, jumlah digit nominal uang bisa disederhanakan. Lalu, akan diikuti oleh penyesuaian harga barang dan jasa.
"Sehingga redenominasi tidak akan mengurangi daya beli masyarakat," kata mantan menteri keuangan itu.
Agus mengatakan redenominasi mata uang itu tidak akan dilakukan serta-merta apabila UU tersebut telah diterapkan. Akan ada masa transisi minimal selama delapan tahun sejak UU itu berlaku.
"Dengan dukungan Presiden, kami akan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) untuk penyelesaian RUU tersebut," kata dia.
© Dream
Menanggapi permintaan orang nomor satu bank sentral tersebut, Jokowi mengatakan rancangan beleid itu seharusnya sudah masuk ke dalam Prolegnas 2017. Tapi, ternyata rancangan itu belum masuk.
Jokowi mengakui implementasi kebijakan redenominasi memang memerlukan waktu yang tidak sedikit.
“Mungkin sekitar tujuh tahunan,” kata Jokowi di tempat yang sama.
Sekadar informasi, dengan penyederhanaan ini, jumlah digit pada pecahan rupiah sehingga lebih sederhana dan efisien. Jika redenominasi rupiah diberlakukan, nilai Rp1.000 pada mata uang hanya akan menjadi Rp1.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya