Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara Indonesia tak pernah kehabisan pembeli. Dalam lelang terakhir, peminat membludak hingga lebih dari dua kali lipat target pemerintah.
Mengutip keterangan tertulis Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, hasil lelang Sukuk Negara pada 22 Maret lalu mencatat total penawaran masuk sekitar Rp 10,88 triliun. Padahal pemerintah hanya membidik target Rp 4 triliun.
Dalam lelang kali ini, Kemenkeu melepas empat seri Sukuk Negara masing-masing SPN-S 09092016, PBS006, PBS009, PBS )11, dan PBS012.
Dari keempat Sukuk Negara tersebut, penawaran terbanyak terjadi pada seri PBS011 dengan nilai Rp 3,144 triliun. Diiuti PBS009 Rp 2,684 triliun, dan SPN-S09092016 Rp 2,57 triliun.
Merujuk kewenangan yang diatur Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara, Menteri Keuangan akhirnya hanya menetapkan hasil lelang SBSN yang dimenangkan sebesar Rp 4,18 triliun.
Hanya satu Sukuk yang ditetapkan tanpa pemenang yaitu seri PBS011. Produk Sukuk Negara ini mendapatkan penawaran sebesar Rp 3,14 triliun dengan yield terendah yang masuk 8,125000 persen dan tertinggi 8,75000 persen.
Tanggal jatuh tempo paling lama dari keempat sukuk tersebut adalah seri PBS012 yang berakhir pada 15 November 2013. Seri sukuk ini juga mendapatkan jumlah nominal yang dimenangkan tertinggi senilai Rp 1,655 triliun.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari