Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Investor Ambil Untung, Indeks Syariah Melemah Seharian

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 23 Maret 2016 16:30
Investor Ambil Untung, Indeks Syariah Melemah Seharian
Indeks sektor infrastruktur dan komoditas mengalami penurunan paling dalam.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia ikut terserang demam koreksi yang melanda pasar modal regional. Dua indeks acuan saham syariah bahkan sama sekali tak beranjak dari zona merah.

Pelaku pasar tampaknya memanfaatkan momentum sinyal negatif regional untuk melakukan aksi ambil untung. Terlihat dari koreksi tajam pada emiten infrastruktur dan komoditas.

Sentimen negatif dari turunnya harga minyak mentah dunia ikut menambah kecemasan pelaku pasar.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 23 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun hingga 0,805 poin (0,51%) ke level 156,413.

Posisi penutupan ini lebih baik mengingat ISSI sempat terjatuh ke posisi terendahnya di level 155,481.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic index (JII), turun lebih tajam. Menutup perdagangan di level 656,988, indeks JII terkoreksi hingga 7,204 poin (1,08%).

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini terbilang besar dengan mencapai angka Rp 7,3 triliun. Sebanyak 69,47 miliar saham berpindah pemilik.

Pemodal asing yang kemarin melakukan aksi jual juga berbalik arah. Asing di pertengahan pekan ini menggelar aksi beli dengan nett buy Rp 331,91 miliar.

Papan perdagangan ISSI sebetulnya didominasi penguatan harga saham. Terbuti 99 emiten syariah menutup perdagangan di zona positif. Jumlah ini lebih banyak dari penghuni ISSI yang terkoreksi sebanyak 91 emiten.

Saham sektor barang konsumsi yang kemarin tertekan justru menjadi incaran investor usai naik 0,98 persen. Indeks sektor emiten lain yang bergerak naik adalah manufaktur 0,59 persen, properti 0,36 persen, dan perdagangan 0,24 persen.

Sementara koreksi tajam dialami emiten infrastruktur yang turun 1,61 persen, pertambangan 0,81 persen, dan pertanian 0,53 persen.

Dengan 18 emiten yang turun ke zona negatif, penghuni top losser JII dihuni oleh SMGR yang naik Rp 75, PTPP Rp 60, SMRA Rp 45, INDF Rp 25, dan SSMS Rp 10 per saham.

Koreksi tajam melanda saham-saham UNVR yang turun Rp 525, INTP Rp 375, AALI Rp 275, AKRA Rp 150, dan ICBP Rp 125 per saham.

Di pasar keuangan, dolar AS sedikit memberi tekakan pada laju rupiah. Melemah tipis 5 poin (0,04%), kurs dolar sore ini bertengger di level Rp 13.190

Beri Komentar