Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Serombongan driver Go-Jek terlibat bentrok dengan para sopir taksi konvensional. Bentrokan terjadi di beberapa ruas jalan protokol di Ibukota seperti di Jalan Gatot Subroto depan Gedung Telkom, Jalan Sudirman perempatan Karet, serta di depan Gedung TVRI Senayan.
Bentrokan dipicu aksi sweeping sopir taksi yang berdemo yang dibarengi pemukulan kepada para driver Go-Jek. Sejumlah driver mengalami luka akibat pemukulan tersebut, di sela demonstrasi sopir taksi yang melumpuhkan Jakarta.
Kejadian ini memancing reaksi dari CEO Go-Jek Nadiem Makarim. Menurut Nadiem, perselisihan yang terjadi membuat semua pihak bersedih.
" Hampir semua pihak pasti sedih. Begitu menyedihkan sebenarnya, hari ini di mana sesama saudara, sama-sama orang Indonesia di bidang transportasi kok bisa sampai segitunya," kata Nadiem usai menghadiri rapat di Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Selasa, 22 Maret 2016 malam.
Nadiem tidak begitu menahami akar dan tuntutan paguyuban pengemudi taksi konvensional. Dia berpendapat, masalah yang muncul murni persaingan bisnis semata.
" Ini kan bukan perusahaan transportasi. Ini perusahaan aplikasi. Saya sejujurnya nggak terlalu mengerti soal tuntutan itu. Masalah ini, ujung-ujungnya ialah masalah kompetisi bisnis," ucap dia.
Menurut Nadiem, sebetulnya bentrokan semacam itu tidak perlu terjadi. Sebab, Go-Jek sebagai pihak penyedia layanan aplikasi sebetulnya siap untuk membantu semua moda transportasi dengan teknologi informasi.
" Tetapi, belum juga ada yang mendatangi kami," ucap dia.
Dia berharap, keputusan pemerintah untuk menerapkan aturan mengenai izin usaha dan kendaraan yang digunakan dapat diterapkan secara adil.
" Jika dua-duanya bisa beroperasi secara fair, ujung-ujungnya semakin banyak moda transportasi. Semakin baik untuk konsumen," kata dia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya