Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak bisa keluar dari tekanan meski sempat bergerak menguat. Laju indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), bahkan terpuruk seharian di zona negatif.
Tekanan jual cukup besar dari investor terhadap emiten sektor barang konsumsi memupus harapan indeks syariah bisa kembali melaju di zona hijau.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 22 Maret 2016, indeks ISSI turun 0,410 poin (0,26%) ke level 157,218. Indeks JII turun lebih dalam dengan koreksi 4,065 poin (0,61%) menjadi 664,192.
Indeks ISSI memang memulai sesi perdagangan hari ini dari zona negatif. Namun sempat muncul aksi beli investor di awal perdagangan. Terbukti dari laju ISSI yang sempat menembus level tertinggi di 157,803.
Aksi beli bahkan mendominasi papan perdagangan dengan ISSI yang mendorong 105 emiten syariah ke zona hijau. Meski jumlah emiten ISSI yang terkoreksi juga relatif banyak hingga 97 emiten.
Tak cukupnya daya dorong ini tak terlepas dari turunnya motor penggerak ISSI, utamanya saham-saham unggulan syariah di bidang barang konsumsi. Saham UNVR dan ICBP sore ini mengalami tekanan jual besar dengan koreksi harga Rp 475 dan Rp 325 per saham.
Koreksi itu menutup penguatan signifikan yang dialami emiten sektor komoditas yang hari ini bergerak menguat. Indeks sektor perkebunan naik 2,29 persen sementara pertambangan menanjak 0,82 persen.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,33 triliun dengan 38,69 miliar saham berpindahtangan.
Keputusan investor melepas portofolionya di sektor barang konsumsi tak terlepas dari laju bursa China yang bergerak melemah. Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite masing-masing melemah 0,15 persen dan 0,32 persen.
Penghuni top gainer indeks JII kali ini ditempati emiten perkebunan, AALI yang naik Rp 275. Diikuti LPPF, SMGR, masing-masing Rp 200, AKRA dan JSMR sebesar Rp 100 per saham.
Sebaliknya, selain emiten UNVR dan ICBP, daftar saham penghuni top losser kali ini diisi INTP yang turun Rp 250, UNTR Rp 225, dan MIKA Rp 80 per saham.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya