Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Saham Consumer Paksa Indeks Syariah Melemah

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 22 Maret 2016 16:22
Saham Consumer Paksa Indeks Syariah Melemah
Indeks ISSI yang sempat menyentuh zona positif tak bisa keluar dari tekanan jual.

Dream - Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tak bisa keluar dari tekanan meski sempat bergerak menguat. Laju indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), bahkan terpuruk seharian di zona negatif.

Tekanan jual cukup besar dari investor terhadap emiten sektor barang konsumsi memupus harapan indeks syariah bisa kembali melaju di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 22 Maret 2016, indeks ISSI turun 0,410 poin (0,26%) ke level 157,218. Indeks JII turun lebih dalam dengan koreksi 4,065 poin (0,61%) menjadi 664,192.

Indeks ISSI memang memulai sesi perdagangan hari ini dari zona negatif. Namun sempat muncul aksi beli investor di awal perdagangan. Terbukti dari laju ISSI yang sempat menembus level tertinggi di 157,803.

Aksi beli bahkan mendominasi papan perdagangan dengan ISSI yang mendorong 105 emiten syariah ke zona hijau. Meski jumlah emiten ISSI yang terkoreksi juga relatif banyak hingga 97 emiten.

Tak cukupnya daya dorong ini tak terlepas dari turunnya motor penggerak ISSI, utamanya saham-saham unggulan syariah di bidang barang konsumsi. Saham UNVR dan ICBP sore ini mengalami tekanan jual besar dengan koreksi harga Rp 475 dan Rp 325 per saham.

Koreksi itu menutup penguatan signifikan yang dialami emiten sektor komoditas yang hari ini bergerak menguat. Indeks sektor perkebunan naik 2,29 persen sementara pertambangan menanjak 0,82 persen. 

Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,33 triliun dengan 38,69 miliar saham berpindahtangan.

Keputusan investor melepas portofolionya di sektor barang konsumsi tak terlepas dari laju bursa China yang bergerak melemah. Indeks Hang Seng dan Shanghai Composite masing-masing melemah 0,15 persen dan 0,32 persen.

Penghuni top gainer indeks JII kali ini ditempati emiten perkebunan, AALI yang naik Rp 275. Diikuti LPPF, SMGR, masing-masing Rp 200, AKRA dan JSMR sebesar Rp 100 per saham.

Sebaliknya, selain emiten UNVR dan ICBP, daftar saham penghuni top losser kali ini diisi INTP yang turun Rp 250, UNTR Rp 225, dan MIKA Rp 80 per saham.

Beri Komentar