Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Studybritishenglish.co.uk)
Dream - Inggris terkenal sebagai negara yang menawarkan segala hal kepada wisatawan. Seperti misalnya Rumah Tudor Shakespeare, pertandingan sepak bola Manchester United bahkan pernak-pernik yang menggambarkan keluarga kerajaan.
Namun ada satu benda yang sangat lekat dengan Inggris, yaitu sebuah kotak telepon umum berwarna merah. Setelah mewarnai sejarah Inggris cukup lama, kotak telepon berwarna merah telah menjadi ikon khas dari negara Pangeran Charles tersebut.
Pada puncak popularitas, terdapat 92 ribu kotak telepon merah di seluruh Inggris. Namun pada tahun 2015, jumlah kotak telepon yang masih mampu bekerja menurun menjadi 9.400 buah saja.
Menurut laporan Telcom Inggris yang diberikan wewenang mengelola kotak telepon ini, lebih dari dua pertiga kotak telepon gagal menutup biaya operasional mereka. Termasuk 12 ribu kios telepon yang berada di pedesaan, bahkan yang baru sebulan dibuat.
Untuk mengatasi permasalahan ini, ada sebuah upaya dari Telcom Inggris untuk memodernisasi kotak-kotak telepon menjadi tenaga surya yang dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengisi ponsel, wifi dan defibrillator.
Banyak kotak telepon yang masih dipelihara tapi berkualitas buruk. Sebagian besar disebabkan kendala biaya terutama untuk mengatasi vandalisme. Dalam sekali perbaikan dapat memakan biaya sebesar £ 5.2 juta atau setara dengan $ 7.5 juta.
Kemudian, Telcom Inggris mengizinkan masyarakat untuk memanfaatkan kotak-kotak telepon ini menjadi milik pribadi. Lalu mengubahnya menjadi sebuah kios yang disesuaikan dengan perusahaan, kafe atau galeri di mana kotak ini akan diletakkan. Bahkan Telcom Inggris juga sudah mulai menjual kotak-kotak telepon murah ini ke pasar luar negeri.
Dengan menurunnya permintaan, ditambah dengan anggapan bahwa sistem telepon ini sudah tidak menguntungkan serta menuntut biaya perawatan yang tinggi, membuat jumlahnya di Inggris semakin bisa dihitung jari.
Nah, sebelum benda antik ini hilang dari sudut-sudut Inggris, segera lakukan foto selfie saat berkesempatan mengunjungi negara tersebut ya. Dan catatlah sejarah dengan benda yang sudah mulai langka ini.
(Sumber: Huffingtonpost)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya