Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bergugurannya bursa saham Asia serta turunnya harga minyak mentah dunia menjatuhkan laju bursa saham syariah. Investor ramai-ramai melakukan aksi beli.
Lantai bursa diwarnai sentimen munculnya tren bearish dari Wall Street.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 24 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,783 poin ke level 156,630. Sementara indeks saham bluechips syariah, JII, rontok 4,066 poin ke level 652,922.
Hingga perdagangan pukul 09.31 WIB, laju dua indeks acuan saham syariah ini belum beranjak dari zona merah. ISSI masih melemah 0,229 poin (0,15%) ke level 156,184. Sedangkan indeks JII turun 0,972 poin (0,15%) ke level 656,016.
Transaksi perdagangan saham syariah pagi ini sudah mencetak angka Rp 521,67 miliar dengan 6,27 miliar saham berpindahtangan.
Meski melemah, papan perdagangan ISSI masih didominasi penguatan harga saham dari 70 emiten. Namun kenaikan ini tertekan turunnya harga saham dari 66 emiten penghuni ISSI.
Tercatat baru dua sektor saham yang bergerak menguat yaitu infrastruktur yang naik 0,37 persen dan properti 0,17 persen.
Sisanya bergerak di zona negatif dipimpin emiten sektor perkebunan yang turun 0,97 persen, pertambangan 0,70 persen, dan industri dasar 0,50 persen.
Pada perdagangan pagi ini, investor asing memulai transaksi dengan nett sell Rp 83,65 miliar.
Di pasar keuangan, kurs rupiah kembali tertekan. Bahkan sepanjang pagi ini, rupiah belum menunjukan pergerakan naik. Saat ini rupiah terkoreksi 65 poin (0,49%) ke level 13.255 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya