Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - Laporan terbaru Global Muslim Travel Index (GMTI) menempatkan Indonesia sebagai negara keempat yang paling banyak dikunjungi wisatawan muslim dunia. Indonesia masih harus mengakui keunggulan Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Turki.
CEO CrescentRating dan Halal Trip, Fazal Bahardeen mengungkapkan bahwa GMTI telah menjadi referensi utama destinasi pariwisata di seluruh dunia sebagai sarana untuk menyesuaikan strategi yang tepat dalam menjangkau pelanggan muslim.
Untuk untuk tahun 2015, GMTI mengeluarkan data kedatangan wisatawan muslim yang diperkirakan mencapai jumlah total 117 juta. Angka ini mewakili 10 persen dari keseluruhan nilai ekonomi industri pariwisata. Jumlah ini diperkirakan akan terus tumbuh hingga 168 juta wisatawan pada tahun 2020, dengan total nilai pengeluaran di atas US$ 200 miliar.
" Sedangkan untuk alasan kenapa Indonesia bisa naik peringkat karena tingkat edukasi tentang halal tourism semakin bagus. Ekosistem dan halal poin menjadi poin penting," kata Fazal pada Rabu, 23 Maret 2016 di Hotel Pullman Thamrin Jakarta Pusat.
GMTI melakukan serangkain proses dengan menganalisi data secara lengkap dan mendalam dari 130 destinasi wisata. Keseluruhan jumlah destinasi wisata ini dinilai berdasarkan kriteria seperti kesesuain sebagai destinasi liburan keluarga, tingkat layanan dan fasilitas yang tersedia, pilihan akomodasi, inisiatif pemasaran serta jumlah kedatangan pengunjung.
Indonesia mendapatkan skor indeks sebesar 70,6. Angka ini masih jauh di bawah pencapaian yang diperoleh Malaysia dengan total nilai 81,9 dan disusul Uni Emirat Arab sebanyak 74,7. Lalu Turki mencapai 73,9.
" Sedangkan untuk tahun 2015, jumlah kunjungan yang datang ke Indonesia itu mencapai 1,3 juta dari seluruh dunia. Kalau untuk tahun ini karena baru dua bulan belum bisa dihitung," tutupnya.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya