Warga Kota Bengkulu Boleh Gelar Resepsi Nikah di Masa New Normal, Tapi...

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 30 Juni 2020 18:08
Warga Kota Bengkulu Boleh Gelar Resepsi Nikah di Masa New Normal, Tapi...
Ada syarat yang harus dipenuhi. Apa saja?

Dream - Kota Bengkulu ditetapkan sebagai zona hijau sehingga sudah bisa menerapkan normal baru atau new normal. Warga Kota Bengkulu juga sudah dibolehkan menggelar resepsi pernikahan.

Untuk mengantisipasi munculnya gelombang kedua Covid-19, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan menerbitkan Surat Edaran Nomor 450/18/B.Kesbangpol mengenai tata cara menggelar pesta pernikahan. Surat tersebut diharapkan menjadi acuan bagi masyarakat jika hendak menggelar resepsi namun tetap aman dari virus corona.

" Dalam rangka menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat mengenai pola hidup baru atau new normal maka untuk pelaksanaan kegiatan sosial dan budaya khususnya pesta pernikahan perkawinan harus memenuhi persyaratan," ujar Helmi.

Surat tersebut memuat beberapa poin. Pertama, pemilik hajatan resepsi pernikahan diharuskan memastikan jumlah pengunjung tidak melebihi 50 persen dari kapasitas gedung atau tenda.

 Surat Edaran Wali Kota Bengkulu© Istimewa

SE Nomor 450/18/B.Kesbangpol (Istimewa)

Jika resepsi digelar di rumah, diharuskan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Harus ada petugas yang ditunjuk untuk memeriksa suhu badan dan membatasi jam kunjungan tamu.

1 dari 2 halaman

Setiap Tamu Resepsi Diwajibkan Ini

Setiap tamu resepsi pernikahan wajib menggunakan masker. Pemilik hajatan juga harus menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di depan tenda atau pintu masuk.

Setiap tamu diharuskan memeriksakan suhu tubuh. Kemudian, pemilik hajatan juga harus menyediakan hand sanitizer di setiap ruangan atau lokasi.

Orang dengan gejala demam, batuk, pilek, bersin, nyeri tenggorokan dan sesak napas dilarang menghadiri pesta pernikahan.

2 dari 2 halaman

Harus Buat Surat Pernyataan

Membersihkan dan melakukan desinfeksi pada tempat kegiatan pesta sebelum acara dimulai. Yang tak kalah penting menjaga jarak aman paling sedikit 1 meter antar orang dan tidak bersalaman atau kontak fisik.

Selanjutnya masyarakat yang mengadakan pesta membuat surat pernyataan akan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sebelum rekomendasi izin keramaian dikeluarkan. Kemudian disarankan untuk kegiatan konsumsi menggunakan nasi kotak atau bentuk lain yang mengurangi interaksi antara pengunjung pesta.

Yang terakhir, meniadakan kegiatan malam seperti lomba menyanyi, main domino dan hiburan musik pada malam hari karena berpotensi mendatangkan banyak orang dan sulit untuk dikendalikan.

Beri Komentar