Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Raksasa perusahaan Teknologi Informasi (TI) Google kemungkinan bakal mendapatkan lawan sebanding dari Facebook. Perusahaan milik Mark Zuckerberg ini mengumumkan rencananya merilis aplikasi baru menonton video lewat sosial media.
Dikutip dari laman newsroom Facebook, Kamis, 10 Agustus 2017, Direktur of Product Facebook, Daniel Danker mengatakan, pengguna sosial media ini semakin menikmati pengalaman fasilitas video yang sejak setahun lalu tersedia di dalam Facebook.
" Kini kami ingin membuatnya semakin lebih mudah untuk menyediakan tayangan yang kamu suka," kata Danker.
Platform baru yang disediakan Facebook itu diberi nama Watch. Layanan ini akan tersedia di mobile, komputer desktop dan laptop, serta aplikasi TV yang dikembangkan perusahaan.
Pengguna juga bisa memilih Watchlist sehingga tidak akan ketinggalan setiap video dari channel yang disukai.
Facebook sepertinya tak main-main dengan platform barunya ini. Watch diklaim dibuat lebih intim untuk membantu warganet menemukan tayangan baru, atau melihat video-video yang ditonton oleh teman-temannya didunia may.
Bahkan Facebook menyediakan fasilitas video paling paling ditonton, paling banyak mendapat reaksi tertawa, serta mengetahui video apa saja yang ditonton oleh teman-temannya.
Namun untuk sementara, platform baru Watch ini kemungkinan belum bisa dinikmati pengguna Facebook di seluruh dunia. Laman CNBC melaporkan, Watch kemungkinan baru bisa dinikmati warganet di negeri asalnya, Amerika Serikat.
" Namun Facebook tak menjelaskan detail kapan platform itu bisa digunakan," tulis CNBC.
Sementara TechCruch melaporkan, beberapa pengguna akan bisa mengakses konten Watch pada kamis pekan ini waktu setempat. Media ini juga menyebutkan, pengguna Facebook yang mengunggah video eksklusif buatan sendiri akan mendapatkan 55 persen pemasukan dari iklan jeda yang biasa tayang di video tersebut. Sisanya sebesar 45 persen akan dibagi untuk pemasukan raksasa sosial media tersebut. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya