Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Bank Syariah Mandiri.
Dream – Pembiayaan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatat pertumbuhan signifikan dalam bisnis pembiayaan sepanjang kuartal II-2017. Bank syariah terbesar ini telah mengucurkan pembiayaan sebesar Rp58,06 triliun, naik 10,16 persen dari Rp52,7 triliun di periode sama setahun lalu.
Meningkatkan penyaluran pembiayaan tersebut tentu saja mengerek marjin dan bagi hasil yang diperoleh perusahaaan.
“ Marjin dan bagi hasil bersih bank tumbuh 14,05 persen dari Rp3,09 triliun pada triwulan II 2016 menjadi Rp3,53 triliun pada triwulan II 2017,” kata Direktur Financing Risk and Recovery BSM, Choirul Anwar, di Jakarta, Rabu 9 Agustus 2017.
Sementara itu, Direktur Wholesale Banking BSM, Kusman Yandi, menambahkan pertumbuhan pembiayaan syariah BSM dimotori oleh pembiayaan konsumer yang meningkat 18,19 persen. Disusul pembiayaan sektor komersial 15,86 persen, korporasi 9,66 persen, dan mikro 3,83 persen.
Hanya pembiayaan di sektor usaha kecil yang tumbuh negatif 3,9 persen.
“ Tahun ini kami fokus di business banking untuk melakukan konsolidasi dan penyelesaian untuk penguatam infrastruktur dan business process,” kata Yandi.
Saat ini, kata Yandi, porsi pembiayaan BSM masih didominasi oleh sektor ritel. Jumlahnya mencapai 56 persen. Sebaliknya, sektor wholesale banking sebesar 44 persen.
“ Dengan pertumbuhan yang dilakukan sampai 10,16 persen, kami fokus kepada kualitas dan pertumbuhan sustainable yang baik. Kami fokus kepada target market dan memberikan pertumbuhan dan kualitas aset yang lebih baik. Itu target tahun 2017,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?