Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Masako Wakamiya (Gulf News)
Dream - Saat pertama kali bekerja, Masako Wakamiya asal Tokyo, Jepang, masih menggunakan sempoa untuk menghitung. Tetapi, di usianya yang kini sudah 82 tahun, Masako adalah nenek yang masuk dalam jajaran pengembang aplikasi iPhone.
Bahkan, Masako disebut sebagai pelopor. Ini karena dia berhasil membuat iPhone lebih ramah pada kelompok Lansia.
Semua itu dipicu rasa frustasi dia karena teknologi komunikasi yang ada saat ini tidak ramah pada lansia. Di usia yang saat itu 60 tahun, Masako memutuskan belajar teknik coding secara otodidak. Tak disanga, dia berhasil menguasai ilmu itu.
" Seiring bertambahnya usia, Anda akan kehilangan banyak hal: suami, pekerjaan, rambut, penglihatan Anda. Berkurangnya sangat banyak. Tapi ketika Anda belajar hal baru, apakah itu pemrograman atau piano, ini plus, ini memotivasi," kata Masako.
" Begitu Anda mencapai kehidupan profesional, Anda harus kembali ke sekolah. Di era internet, jika Anda berhenti belajar, itu akan berdampak pada kehidupan sehari-hari Anda," ucap dia melanjutkan, seperti dilansir AFP.
© Dream
Masako mengaku tertarik dunia komputer pada 1990an, pensiun dari profesi pegawai bank. Dia menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk membangun sistem, memulai dengan pesan BBS yang merupakan pendahulu internet, sebelum membangun kemampuannya dengan komputer Microsoft, lalu Apple Mac dan iPhone.
Dia meminta pengembang software membuat piranti lunak yang bisa digunakan lansia secara lebih luas. Sayangnya, permintaan itu diabaikan oleh banyak pengembang, hingga Masako memutuskan membuat sendiri.
Dia belajar coding dasar dan berhasil mengembangkan Hinadan, aplikasi game Jepang pertama yang didedikasikan untuk usia 60an ke atas. Aplikasi banyak digemari orang hingga Apple mengundang Masako untuk berpartisipasi pada Konferensi Pengembang Seluruh Dunia yang sangat bergengsi diselenggarakan Apple.
© Dream
Hinadan, yang artinya boneka tangga, terinspirasi dari Hina Matsuri, festival boneka yang selalu diselenggarakan pada Maret tiap tahun. Di festival itu, boneka hias yang merepresentasikan kaisar dan keluarganya ditempatkan pada posisi khusus.
Pada aplikasi Masako, pengguna harus menempatkan boneka di tempat yang tepat. Nyatanya, permainan ini lebih sulit daripada kedengarannya.
Aplikasi yang hanya tersedia dalam bahasa Jepang ini telah diunduh sebanyak 42.000 kali. Selain itu, aplikasi tersebut mendapat banyak komentar positif dari para pengguna.
Masako pun berencana mengembangkan versi terbaru Hinadan dalam Bahasa Inggris, China, dan Perancis. Dia berharap versi terbaru itu dapat diluncurkan sebelum festival tahun depan.
Sumber: Gulf News
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya