Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Yahoo terus membawa kabar buruk bagi karyawannya. Demi menghemat pengeluaran, perusahaan yang kini dipimpin Marissa Mayer mengumumkan rencana pengurangan karyawan hingga 15 persen atau sekitar 1.600 orang.
Seperti dikutip dari Emirates, Rabu, 3 Januari 2016, dalam laporan tersebut tidak disebutkan unit bisnis apa saja yang kemungkinan akan ditutup oleh perusahaan yang sempat merajai bisnis dunia maya tersebut.
Sementara itu para mantan karyawan Yahoo yang mengajukan gugatan terhadap perusahaan menyatakan bahwa perusahaan menggunakan cara-cara tidak elegan dan melanggar hukum untuk memecat mereka. Para mantan karyawan Yahoo itu juga menyebut perusahaan tidak memberi peringatan secara benar.
Gregory Anderson, mantan direktur editorial perusahaan yang bekerja untuk konten mobil dan wisata Yahoo, mengajukan kasus ini di Pengadilan Distrik Amerika di San Jose, California.
Dia menuduh sistem penilaian karyawan perusahaan itu cacat karena selalu menilai rendah kinerja staf yang memiliki persentase tertentu.
Kondisi ini dituding melanggar undang-undang ketenagakerjaan karena menimbulkan manipulasi politik dan menyebabkan persaingan tidak sehat yang pada gilirannya menyebabkan upaya penyuapan.
" Proses (penilaian) itu tidak transparan dan karyawan tidak tahu siapa yang membuat keputusan akhir dan membingungkan," kata Anderson dalam gugatannya.
Yahoo memiliki sekitar 11.000 karyawan per tanggal 30 Juni 2015, menurut situs resminya. Jumlah tersebut turun dari sekitar 12.500 karyawan pada 31 Desember 2014.
Pekan lalu Yahoo mengkonfirmasi rencana untuk menutup kantornya di Argentina dan Meksiko. Perusahaan menolak untuk menentukan berapa banyak karyawan yang terpengaruh. Tapi mengatakan kantor yang ditutup skalanya kecil dan 'hanya fokus pada penjualan'.
Yahoo telah berjuang keras untuk memperluas bisnis Internetnya, yang meliputi mesin pencarian dan iklan, serta layanan email, dalam menghadapi persaingan dari Alphabet Inc. dengan Google-nya dan Facebook.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya