Beda Antiseptik dan Disinfektan yang Kini Banyak Dipakai Cegah Corona

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 26 Maret 2020 19:13
Beda Antiseptik dan Disinfektan yang Kini Banyak Dipakai Cegah Corona
Antiseptik dan disinfektan dianggap ampuh mencegah penyebaran virus corona. Namun tahukah Sahabat Dream perbedaan dari keduanya? Berikut penjelasannya.

Dream – Wabah corona telah menjadi ancaman di berbagai negara. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penyebaran virus dengan nama resmi Covid-19 itu. Salah satunya dengan menggunakan antiseptic dan disinfektan.

Dr. John Swartzberg, ahli penyakit menular dan professor emeritus di University of California, Berkeley, School of Public Health, mengatakan, “ Ada banyak hal buruk tentang virus corona. Namun satu hal baik adalah virus ini tidak terlalu kuat.”

“ Virus tersebut mudah dihancurkan oleh kebanyakan disinfektan,” tambah dia.

Para ahli di Consumer Reports, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan organisasi lain telah mempertimbangkan saran tentang produk yang dapat membantu melindungi diri dan rumah kita dari virus korona.

“ Pembersihan secara teratur dengan menggunakan pemebrsih biasa, dapat menghilangkan segala jenis kuman, bukan hanya virus corona,” ucap Catherine Roberts, associate editor kesehatan di Consumer Reports.

“ Fokus pada area sentuhan yang tinggi seperti pegangan keran, gagang pintu, pagar, dan tangga atau hal-hal yang selalu anda bawa,” lanjutnya.

1 dari 6 halaman

Apa itu antiseptik?

 Antiseptik© Pexels.com

Dilansir oleh alodokter.com, antiseptik merupakan senyawa kimia yang berfungsi menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme, bahkan mampu membunuh kuman. Antiseptik umumnya digunakan saat menangani luka, juga saat operasi atau prosedur tertentu dengan tujuan mengurangi risiko infeksi.

Menurut healthline.com, antiseptik adalah zat yang menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Mereka sering digunakan di rumah sakit dan pengaturan medis lainnya untuk mengurangi risiko infeksi selama operasi dan prosedur lainnya.

2 dari 6 halaman

Bagaimana antiseptik digunakan?

 Cara penggunaan antiseptik© Pexels.com

Antiseptik memiliki banyak manfaat. Baik di dalam ataupun di luar penggunaan medis. Dan pada penggunaanya baik di dalam maupun di luar medis, sama-sama digunakan pada kulit atau selaput lendir. 

Berikut penggunaan antiseptik secara spesifik:

  • Mencuci tangan. Para medis menggunakan antiseptik untuk mencuci tangan dirumah sakit.
  • Membasmi kuman pada selaput lendir. Antiseptik dapat digunakan pada uretra, kandung kemih, atau vagina untuk membersihkan daerah tersebut sebelum memasukkan kateter. Antiseptik  juga dapat membantu mengobati infeksi di area ini.
  • Membersihkan kulit sebelum operasi. Antiseptik digunakan pada kulit sebelum melakukan operasi, untuk melindungi dari mikroorganisme berbahaya yang mungkin ada pada kulit.
  • Mengobati infeksi kulit. Antiseptik dapat digunakan untuk mengobati infeksi pada luka di kulit. Seperti luka bakar atau luka ringan lainnya.
  • Mengobati infeksi tenggorokan dan mulut. Beberapa pelega tenggorokan mengandung antiseptik untuk membantu mengatasi sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri.

3 dari 6 halaman

Apa saja jenis antiseptik?

 Jenis Antiseptik© Pexels.com

Antiseptik biasanya dikategorikan berdasarkan struktur kimianya. Semua jenis disinfektan kulit, tetapi beberapa memiliki kegunaan tambahan.

Jenis umum dengan beragam kegunaan meliputi:

  • Chlorhexidine dan biguanides. Ini digunakan pada luka terbuka dan untuk iritasi kandung kemih.
  • Pewarna antibakteri. Ini membantu mengobati luka dan luka bakar.
  • Peroksida dan permanganat. Ini sering digunakan dalam obat kumur antiseptik dan luka terbuka.
  • Fenol halogenasi. Ini digunakan dalam larutan pembersih dan sabun paramedis.
  • Antiseptik non-medis. Antiseptik ini banyak dijual dipasaran. Umumnya mengandung alkohol, pelembab dan memiliki wangi yang lebih harum. Contohnya seperti handsanitizer dan tisu basah.

4 dari 6 halaman

Apakah antiseptik aman digunakan?

Beberapa antiseptik yang kuat dapat menyebabkan luka bakar atau iritasi parah jika digunakan pada kulit tanpa dilarutkan dengan air terlebih dahulu. Bahkan antiseptik yang encer sekalipun dapat menyebabkan iritasi pada kulit jika tertinggal dikulit dalam waktu yang lama.

Beberapa antiseptik yang kuat dapat menyebabkan luka bakar kimia atau iritasi parah jika diterapkan pada kulit tanpa diencerkan dengan air. Bahkan antiseptik encer dapat menyebabkan iritasi jika mereka tertinggal di kulit untuk waktu yang lama. Jenis iritasi ini disebut dermatitis kontak iritan.

5 dari 6 halaman

Apa itu disinfektan?

 Disinfektan© Pexels.com

Menurut Webster, sebagaimana dilansir extension.psu.edu, disinfektan adalah upaya pembersihan atau pencegahan pertumbuhan penyakit yang dibawa oleh mikroorganisme.

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) lebih lanjut mengatakan bahwa disinfektan sebagai produk yang digunakan pada permukaan benda mati. Disinfektan dilakukan untuk menghilangkan kuman atau bakteri pada benda benda mati tersebut.

Produk desinfektan dibagi menjadi dua jenis utama yaitu dirumah sakit dan untuk penggunaan umum. Penggunaan disinfektan dirumah sakit adalah yang paling penting. Disinfektan dapat dilakukan pada semua instrument medis mulai dari lantai, dinding, seprai atau permukaan benda mati lainnya.

Untuk penggunaan umum, biasanya dilakukan di kolam berenang, instrument didalam rumah atau bisa juga sebagai pemurni air.

6 dari 6 halaman

Perbedaan antiseptik dan disinfektan

 Beda Antiseptik dan Disinfektan© Pexels.com

Antiseptik dan disinfektan sama-sama dapat membunuh mikroorganisme. Banyak orang yang mengatakan bahwa antiseptik adalah disinfektan pada kulit. Namun hal yang paling mendasar untuk perbedaan antiseptik dan disinfektan adalah antiseptik digunakan pada tubuh seperti kulit sedangkan disinfektan digunakan pada permukaan benda mati seperti lantai.

Sebagai contoh, seorang dokter dapat menggunakan antiseptik pada tubuh seseorang sebelum melakukan operasi sedangkan disinfektan dapat digunakan untuk membersihkan meja operasi.

Baik antiseptik dan disinfektan mengandung bahan kimia yang disebut biosida. Hidrogen peroksida adalah contoh bahan umum dalam antiseptik dan disinfektan. Namun, antiseptik biasanya mengandung konsentrasi biosida yang lebih rendah daripada disinfektan.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis